Pesantren

Ini Caranya Agar Santri Millenial Siap Bersaing

Sumenep – Saat ini penghuni dunia dihuni oleh kalangan generasi millenial. Generasi yang lahir tahun 1977 hingga 1998 ini menurut survey terakhir Alvara Research Jakarta mempunyai ciri khas; sangat dekat dengan medsos, aktif nge-Mall dan kongkow-kongkow di warung kopi, dan suka jalan-jalan. Yang begini biasanya dimiliki kalangan muda millenial di perkotaan. Bagaimana dengan perdesaan? Khusunya kaum muda santri?

Nur Faizin, Korwil Densus 26 Madura dan Asisten Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja RI, memastikan bahwa kaum muda santri dewasa ini tidak akan kehilangan arah. Sebab santri selain dibekali dengan ilmu agama mumpuni, pun juga siap bersaing dengan pihak luar. Hal itu disampaikannya saat mengisi studium general dan santunan anak yatim duafa pada pelantikan pengurus baru IPNU/IPPNU kecaman Gapura, Smenep, Minggu (10/6).

“Kalau dulu kalangan millenial perdesaan cenderung dinisbatkan pada kaum sarungan, kaum santri, dan tradisional. Tapi saat ini tidak. Tak sedikit anak-anak muda NU tampil ke permukaan, kreatif, produktif. Misalnya yang lagi tren sekarang sabyan_gambus. Siapa tahu musik gambus yang dulunya dianggap tradisional khas pesantren kini bisa show berkali-kali di Mall,” ungkap Faizin.

Dalam kesempatan tersebut, Faizin memompa semangat anak muda IPPNU dan IPPNU di Kabupaten Sumenep untuk lebih giat belajar, berlatih, dan memompa diri agar tidak digilas zamannya. Faizin berkeyakinan anak muda NU dapat bersaing dan kompetitif.

Apalagi, tambah Faizin, Kemnaker RI telah giat merekrut anak muda untuk dilatih mandiri dan kreatif di bidang keterampilan halus (soft skill) seperti pelatihan web master, animasi, dan lainnya. Dan ini bisa dimanfaatkan kalangan muda santri untuk ambil bagian menjawab tantangan zaman.

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close