DaerahKabar

Unjuk Rasa Lagi, Kompak Tagih Janji Bupati Sumenep dan Wakilnya

Jaazaidun.com-Sumenep–Ratusan Pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) Sumenep, Selasa 8 Desember 2019 berdemontrasi ke kantor Bupati Kabupaten Sumenep.

Dalam aksinya Kompak menagih janji politik pasangan Busyro Karim – Achmad Fauzi “Nata Kota Bangun Desa” yang jadi tagline saat pasangan Super Mantap jilid 2 tersebut berkampanye.

Kompak menyoal keseriusan dalam membangun Sumenep menjadi kota sejahtera, makmur, berkeadilan serta memiliki infrastruktur yang bagus dalam menaikkan taraf ekonomi warganya.

Sayangnya, dalam amatan Kompak tagline nata kota bangun desa tersebut, sejauh ini hanyalah bualan kosong untuk mempertahankan kekuasaan.

 

Hal tersebut dibuktikan dengan banyak akses jalan di pedesaan yang tetap rusak parah dan tidak diperhatikan. PU. Bina Marga sebagai leading sektor pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pembangunan jalan, kurang tanggap terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dinas Sosial, yang seharusnya visibel terhadap agenda perubahan sosial juga jalan ditempat. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), tidak pro poor.

“Rakyat jelata, sulit mendapatkan rumah meskipun faktanya tidak memiliki rumah, karena tidak dekat dengan pemangku kebijakan,” kata Faiq, Koorlap aksi.

Seharusnya sambung Faiq, selain RTLH Bupati berhak memperjuangkan masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni kepada Kementrian PUPR. Karena sudah menjadi agenda program Nasional sejuta rumah. Sesuai dengan peraturan menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2016.

“Dengan itu seharusnya Bupati berhak mengajukan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Yang mana sementara ini BSPS tersebut dibawah Dinas PU. Cipta Karya, tapi kenyataannya Dinas tersebut mandul dalam memperjuangkan BSPS yang menjadi kebutuhan masyarakat miskin”.

Selain itu Faiq juga pertanyakan soal kinerja Dinas PU. Pengiran karena dinilai masih belum bisa mengentaskan banjir di perkotaan.

“Kota seharusnya dipandang ulang karena menjadi langganan banjir tiap musim hujan. Bila terus demikian maka kinerja Dinas Pengairan patut dipertanyakan, apakah hanya duduk nyaman dikursi empuk dengan menelurkan berbagai persoalan?.”

Ditegaskan Imam Hanafi selaku Ketua Umum Kompak, kekecewaannys kepada pasangan Bupati dan Sudah akut. Sebab janjinya kepada masyarakat Sumenep tidak diwujudkan.

Kekecewaannya, semakin menjadi-jadi karena pemerintah tidak memiliki iktikad baik menemui mereka, untuk memberikan klarifikasi kepada Kompak kenapa komitmennya diingkari. (Id/red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close