DaerahKabar

Turba Konsolidasi PWNU Jawa Timur Zona Madura

Jaazaidun.com, Pamekasan.Turba PWNU Jawa Timur sekaligus konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama Zona Madura dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Desa Klompek, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Sabtu, 06/04/19, dihadiri tidak kurang dari 2000 Nahdliyyin dan Nahdliyyah dari seluruh Madura.

Hadir jajaran Wakil Rais Syuriyah, diantaranya KH. Agoes Ali Masyhuri, yang juga selaku penceramah pada forum besar tersebut. Ada pula KH. Nuruddin, Gus Cholil Nawawi Sidogiri (Putra KH. Nawawi Abdul Jalil). Tidak ketinggalan juga jajaran Pengurus Tanfidziyah PWNU Jatim, yaitu 1 Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar. Ada pula Wakil Ketua PWNU Jatim, Prof. Dr. KH. Abd. A’la. Dan masih ada lainya yang juga turut hadir pada kegiatan Turba tersebut. Dan sebagai tuan rumah, Bupati Kabupaten Pamekasan, Badrut Tamam, juga hadir dan ikut memeriahkan kegiatan ini.

Selain itu, turba ini dihadiri pula oleh seluruh Pengurus Cabang NU se-Madura, mulai dari Syuriyah, Tanfidziyah, Lembaga dan Banom NU se-Madura, dari PCNU Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan sendiri, PCNU Kangean dan PCNU Masakanya juga tidak absen dalam kegiatan akbar ini.

Setelah diawali dengan pembacaan dan peng-Ijazah-an Hizib Hirzul Jausyan dari Almaghfurlah KH. Mahrus Ali Lirboyo, dalam sambutannya Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufiq Hasyim, menyampaikan, pihaknya memang sengaja menempatkan acara tersebut di daerah yang cukup terpencil.

“Kami memang sengaja menempatkan Kegiatan Turba ini diperbukitan, dan terpencil seperti ini, agar semua kader diluar Pamekasan tahu, bahwa bagaimana sulitnya perjuangan kami untuk Nahdlatul Ulama di Pamekasan,” tegas Kiai Taufiq.

Sedangkan KH. Agoes Ali Masyhur yang bertindak sebagai penceramah pada kesempatan itu banyak sekali memberikan bekal pengetahuan keagamaan untuk kaum Nahdliyyin dan Nahdliyyah yang hadir. Diawal-awal beliau menyampaikan perlunya terus dan tetap istiqamah dalam garis perjuangan. Karena menurut beliau, arti dari sebuah kehidupan adalah perjuangan. Beliau juga menambahkan akan pentingnya ke-Ikhlasan dalam setiap amal perbuatan, karena berbobot tidaknya sebuah amal, adalah tergantung pada ke-Ikhlasannya.

Dia menambahkan bahwa, kader NU harus cerdas dalam menyikapi dan mengahadapi hidup, jangan mudah goyah pemikiran dan keyakinannya, apalagi tentang Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah dan Nahdlatul Ulama. “NU sudah cukup dewasa, kita tahu sendiri bahwa NU sudah berusia 96 Tahun, ini adalah waktu yang sudah matang, dan tidak akan mudah digoyahkan,” paparnya.

Diakhir beliau juga sempat menekankan, agar selalu saling menasehati akan kesabaran dan kebenaran. Karena menurut beliau, hanya dengan kesabaran dan ketekunan, kita bisa meraih kesuksesan.

Pada kesempatan terakhir, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, diberikan waktu juga untuk menyampaikan untaian untaian pengetahuan keagamaan, khususnya tentang Ke-NU-an, beliau mengingatkan kembali, bahwa NU didirikan untuk merespon lahirnya aliran Wahabi di Saudi Arabia. Sehingga hal ini, menurut beliau jangan pernah dilupakan, beliau sangat keras bagi kader kader NU yang masih berurusan dengan Wahabi dalam segala hal. (*/Red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close