KabarNasional

Ternyata Ini Alasan Jokowi Pilih Ma’ruf Amin Jadi Cawapres

Jaazaidun.com–Jakarta — Pasca Joko Widodo mengumumkan calon wakil presiden pendampingnya di kontestasi Pilpres 2019. Cukup mengagetkan beberapa pihak, termasuk di kalangan publik figur Indonesia.

Ma’ruf Amin terpilih sebagai calon wakil presiden yang akan diusung dalam Pilpres 2019 mendampingi Joko Widodo.

Sementara itu, sebagaimana dilansir dari berita Nasional.Tempo.Co, salah satu alasan Presiden Jokowi memilih Ketua Majlis Ulama Indonesia tersebut sebagai cawapresnya karena dinilai Makruf Amin memiliki pandangan kuat untuk ekonomi umat.

Ketertarikan Jokowi pada Ma’ruf Amin semenjak berpidato soal konsep ekonomi syariah ketika dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah di Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur pada 24 Mei 2017 lalu. Jokowi hadir dalam pengukuhan guru besar tersebut.

Kini, ide-ide ekonomi Maruf kembali hangat diperbincangkan menyusul terpilihnya dia sebagai cawapres Jokowi dalam pemilihan presiden 2019 mendatang. Jokowi menilai pendampingnya itu sosok yang punya pengetahuan luas di bidang ekonomi. Bersama Maruf, Jokowi berjanji akan memperkuat ekonomi umat.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kita harus mengatasi masalah kemiskinan kesenjangan dengan memperkuat ekonomi umat,” kata Jokowi dalam pidatonya di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat. Jumat, (10/8).

Ma’ruf Amin, dalam orasi ilmiahnya di UIN Malang, 24 Mei 2017 mengatakan. Ekonomi syariah dapat menjadi pilihan alternatif untuk masyarakat muslim kelas menengah mengekspresikan agamanya.

“Ia dapat menjadi pilihan kelas menengah karena bisa menjawab kebutuhan berekspresi dan berekonomi, dan juga dapat menjawab sisi kebutuhan spiritual,” Kata Ma’ruf saat berpidato pada pengukuhan guru besar itu.

Sosok kiai yang pernah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, era presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) itu, menambahkan. Jumlah kelas menengah muslim kini makin meningkat. Ia mengatakan secara ekonomi kelas ini telah terpenuhi kebutuhan pokoknya. Namun, mereka terus mencari sarana untuk mengekspresikan kebutuhan spiritualnya.

“Ekonomi syariah dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Pak Presiden mendukung ekonomi syariah,” pungkas Kiai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu. (Subaidi/Rd)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close