DaerahKabar

Tambak Udang di Desa Romben Barat Urus Perijinan

Berita Daerah Sumenep – Pembangunan Tambak Udang di Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep menuai pro dan kontra. Tak sedikit yang kontra karena pembangunan tambak tidak berijin. Kisruh legalitas dan status tanah ini menjadi fokus pembicara segenap pihak, utamanya di level pemerintahan.

Pembangunan tambak sendiri hampir sampai ke bibir pantai. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP) Kabupaten Sumenep, Abdul Madjid menjelaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan ijin untuk pembangunan tambak di Desa Romben Barat.

Seperti dilansir Kabar Madura (16/4) tambak udang di Desa Romben Barat itu illegal alias tidak berijin. Madjid menjelaskan bahwa pihaknya selain tidak menerima berkas pengajuan ijin, pun juga tidak mengetahui secara pasti atas kepemilikan tambak. “Selama ini pembangun tambak di Desa Romben Barat sedang berjalan. Hingga saat ini kami tidak pernah mengeluarkan ijin untuk tambak tersebut. Selama ini yang sudah mengantongi ijin pembangunan tambak berada di beberapa lokasi, antara lain di Batu Putih, Ambunten, Dasuk, Batang-Batang, dan Kecamatan Gapura. Jadi kalau ada pembangunan tambak udang di Kecamatan Dungkek berarti ilegal,” ungkap Madjid seperti dilansir Kabar Madura (16/4).

Mengamati pembangunan tambak di Desa Romben Barat membuat tim jaazaidun merasa terpanggil untuk memberitakan. Tim jaazaidun berencana mewawancarai Kepala Desa Romben Barat pada Rabu (18/4) kemarin. Dengan alasan sakit, tim jaazaidun diterima pamong desa yang juga menantu Kades, Maulana Malik Asmoro (33 tahun). Dari Maulana inilah kemudian tim jaazidun mendapatkan keterangan bahwa pemdes memang mengakui bahwa pihak UD Sari Jaya sebagai pengelola tambak udang di Desa Romben Barat belum mengurus ijin ke pemerintah kabupaten. Akan tetapi, pihaknya (pemdes) sebenarnya sudah mengetahui perihal pembangunan tersebut.

“Saya tidak tahu pasti sejak kapan Tambak Udang di Desa Romben Barat dibangun. Kalau perijinan lokasi ke Pemda mungkin belum, tapi kalau perijinan domisili usaha untuk proses awal sudah diurus di desa,” ungkap Maulana. [rud.]

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close