DaerahKabar

Sosialisasi BKK dan KKOP Bandara Trunojoyo Sumenep Belum Merata

Jaazaidun.com–Sumenep — Perluasan bandara kelas III Trunojoyo Sumenep sudah dimulai sejak Desember 2015 silam dan mulai beroperasi sejak tahun 2017 kemarin. Beberapa problem baik politis-ekonomis juga teknis terkait hal ini terus mengemuka ke publik, mulai dari penutupan empat akses jalan raya (jalan melalui BLK parsanga, dari kota, dari pabian, dan dari kalianget yang ditutup paksa) bagi warga selama dua tahun pengerjaan proyek perluasan, susahnya akses untuk menyabit atau menggarap tanah bagi warga sekitar yang mayoritas petani hingga soal sosialisasi Batas Kawasan Kebisingan (BKK) dan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) bandara.

Setidaknya sejak 15 September 2018 beredar kabar soal rencana perluasan bandara dengan anggaran dana 64 milyar yang berasal dari APBD setempat. Pada selasa siang (18/9) kami sempat turun ke lapangan dan melakukan wawancara dengan beberapa warga yang tempat tinggalnya berada dalam radius 15 KM (batas jarak terjauh BKK KKOP) dari bandara.

“Perluasan bandara ini akan mengarah ke barat laut, mas. Jadi kami aman, ndak usah pindah”, terang seorang warga yang berprofesi sebagai tukang bengkel.

Menurut Bapak yang enggan disebutkan namanya tersebut yang posisi rumahnya berdekatan dengan SMA PGRI Sumenep, tidak terlalu risau sebab jarak bandara dengan rumah masih cukup jauh sekitar 7 km namun dia berharap agar sosialiasi terus digalakkan agar warga di sekitar bandara mengetahui sekaligus menyetujui proses perluasan bandara tersebut.(prol)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close