Kabar

Silaturrahmi dengan Pembina Densus, Faizin: Ini Tugas Kemanusiaan

Jaazaidun.com–Jakarta — Senin (09/07), Nur Faizin beserta keluarga besarnya bersilaturrahmi ke Dewan Pembina Densus 26, Hanif Dakiri, yang sekaligus atasannya di Kemnaker RI.

Nuf Faizin mengutarakan ada salah satu tradisi kemanusian yang harus tetap dipelihara dengan baik: silaturrahmi. Tradisi ini tidak akan lekang oleh waktu, sebuah tradisi yang mampu merawat persaudaraan, menjaga persahabatan, membangun hubungan emosional antara guru dan murid. Antara santri dan kiai.

Atau bahkan, antara bawahan dan atasan. Ibaratnya, silaturrahmi adalah air yang terus menetes pada bunga-bunga hingga tampak segar dan mekar.

Dalam agama-agama, islam khususnya, menyambung persaudaraan (silaturrahmi) adalah kewajiban. Dalam kitab-kitab suci banyak kita jumpai tentang fadilah-fadilah dan kewajiban untuk silaturrahmi pada sesama.

Dokumen jaazaidun.com

Sebagai santri, bagi Nur Faizin silaturrahmi merupakan bagian dari hidupnya yang memang sudah dilatih sejak masa kanak-kanak. “Bapak-ibuk selalu mengajak saya untuk silaturrahmi ke sanak family dan tetanngga” terangnya. Rupanya, kebiasaan itu masih berlangsung sampai sekarang. Bedanya, saat ini giliran Nur Faizin yang ngajak bapak-ibuknya untuk silaturrahmi.

“Silaturrahmi bukan hanya soal perintah agama” sebut Nur Faizin. Secara etika sosial, bertutursapa dan menjaga harmonisasi masyarakat dengan silaturrahmi itu adalah tugas pokok manusia. Baginya, silaturrahmi adalah darah daging yang sudah mengakar ke dalam dirinya.

Nur Faizin menegaskan bahwa kedatangannya bersama keluarga bukanlah silaturrahmi politik. Melainkan sebatas hubungan antara atasan dan bawahan, serta juga melengkapi tugas kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Faizin juga menyampaikan kekagumannya pada santri yang jadi Menteri itu. “Pak Hanif itu santri, tapi saat ini jadi Menteri. Maka tidak ada alasan untuk santri berharap dan bercita-cita lebih tinggi” serunya.

Dirinya berharap agar banyak lagi santri yang bisa berpartisipasi dalam lingkaran politik dan menjadi pemangku kebijakan untuk kemaslahatan ummat. “Dalam Pileg 2019 nanti, semoga banyak santri yang dilantik jadi wakil rakyat. Mari kita berkalaborasi, saat ini era milenial tidak jaman kompetisi” ujarnya.(rd)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close