DaerahKabar

Satpol PP Sumenep Salah Tangkap, A dan HS Ternyata Pasangan yang Resmi Nikah

Jaazaidun.com, Sumenep – Mimpi indah pasangan suami istri A warga desa Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep dan HS warga desa Banyu Urip Surabaya, untuk merajut hari-hari yang indah kian pupus.

Keduanya merasa tidak nyaman lagi tinggal di kostnya, setelah peristiwa malam, (7/3) lalu, saat mendadak sepatu-sepatu bot berderap milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Jawa Timur yang tergabung dalam operasi razia kost-kost-an telah membuat bising kost-annya sebelum akhirnya meringkus mereka berdua di kamarnya yang berukuran 2 X 3 M di daerah Pangarangan Kota.

A dan HS, malam itu hanya tertunduk dan tidak berdaya, manakala Satpol PP menggiring mereka berdua ke kantornya layaknya pasangan mesum yang tengah kumpul kebo.

Bahkan dalam pemeriksaannya Satpol PP yang dirilis kepada sejumlah wartawan dan kemudan heboh di media, terkesan menyudutkan pasangan A dan HS.

Kepada jaazaidun.com, A menyayangkan tindakan aparat Satpol PP dengan merilis laporan yang tidak berimbang. Sebagai objek, A dan HS merasa sempurna sebagai tersangka yang tidak memiliki hak jawab.

Faktanya, tidak satupun wartawan ada yang mengkonfirmasinya terlebih dahulu sebelum berita-berita diunggah dan disebarluaskan.

“Jadi dalam pemberitaan itu seolah saya menjadi seorang bersalah,” kata A kepada jaazaidun.com.

Dalam pengakuannya Kasad Pol PP Sumenep, Fajar Rahman menjelaskan, pasangan A dan HS memang sudah resmi menikah, tapi masih secara agama. Belum menikah secara negara dan hukum positif.

“A dan HS menikah sirri, itu sudah sah hukumnya secara agama,”papar Kasad Pol PP Fajar.

Dalam waktu terdekat, mereka berdua akan melangsungkan pernikahan dengan cara dirayakan, namun masih menunggu waktu terbaik.

Dia menegaskan jika berita-berita yang sudah beredar luas di sejumlah media yang menyebutkan A dan HS sebagai pasangan mesum, tidaklah benar. Yang benar adalah A dan HS resmi menikah, dengan dikawinkan oleh seorang Kiai dan disaksikan juga oleh banyak orang.

Kemudian Fajar menambahkan jika A dan HS memilih mengontrak kost-an dan tidak menetap di rumahnya karena rumahnya lagi diperbaiki. (Mr)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close