DaerahKabar

Rusdi; Saya Khawatir Anak Cucu Saya Nanti Menjadi Tamu di Rumah Sendiri

Berita Daerah Sumenep – Pembangunan tambak udang tak berizin di Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep menuai pro dan kontra. Banyak ulasan di pelbagai media cetak dan online perihal pembangunan tersebut. Praktis pemberitaan yang lagi viral di Sumenep ini mementik banyak orang ingin tahu.

Tak sedikit orang-orang di luar Romben Barat berpandangan bahwa pembangunan tambak telah mencederai hak rakyat atas tanah mereka. Tapi lain halnya pandangan pihak pemerintah desa di Desa Romben Barat. Pemdes mengatakan bahwa selama ini tidak ada keluhan dari masyarakat sekitar tentang pendirian tambak udang.

“Kita menunggu laporan dari warga sekitar  kalau (pembangunan tambak udang) merugikan masyarakat. Kita pemdes profesional saja. Selama ini belum ada keluhan ke Pemdes. Makanya kita menganggap itu (pembangunan) dianggap aman. Mungkin saja mereka desas-desus di belakang kami, tapi selama ini tak ada laporan dari warga bahwa mereka benar-benar dirugikan,” ungkap staf pemdes Romben Barat Maulana Malik Asmoro pada Rabu (18/4) kemarin pada jaazaidun. Sejatinya jaazaidun hendak mengkorimasi pendirian tambak udang ini ke kepala desa, namun kepala desa tak dapat ditemui dengan alasan sakit.

 Pemdes akan benar-benar mengawal isu ini jika ada keluhan dari masyarakat sekitar tambak. Maulana menambahkan jika memang masyarakat tidak berkehendak pemdes siap mengawal, tapi kenyataannya penolakan ini berasal dari luar masyarakat Romben Barat.

Sejatinya, lanjut Maulana, pihak pemdes mendirikan BUMDesa yang mendorong wirausaha produktif di bidang permodalan laut. Wadah ini diharapkan dapat dimaksimalkan masyarakat Desa Romben Barat agar produksi hasil laut maksimal.

Di lain pihak tokoh pemuda Desa Romben Barat, Rusdi (32 tahun) berpandangan bahwa pembangunan tambak ini dapat merugikan masyarakat di masa mendatang. Diakuinya warga setempat masih belum melakukan protes melalui jalur formal, tapi kusak-kusuk warga menolak ini sudah ada.

“Bagi pemilik tanah sebelumnya mungkin tidak menjadi persoalan. Karena mereka membutuhkan uang. Makanya tanahnya dijual.  Tapi pembangunan tambak ini dapat berefek negatif. Tanah-tanah akan semakin sempit. Belum lagi abrasi laut di daerah Jedung. Saya khawatir anak cucu saya nanti menjadi tamu di rumah sendiri,” ungkap Rusdi. [rud.]

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close