KabarNasional

Persoalan Sampah Sering Disorot, ini Tanggapan PT. Garam

Jaazaidun.com–Sumenep — Salah seorang warga sekitar wilayah operasi PT. Garam, Pinggir Papas, Widanto mengatakan, penanganan sampah di wilayahnya belum maksimal. Ketersediaan peralatan, semisal pengangkut sampah, bak sampah tidak ada. Akibatnya, sampah pun bertumpukan.

Pihaknya mengatakan penanganan sampah harus menjadi perhatian bersama, baik masyarakat, pemerintahan desa, dan pihak lain seperti PT. Garam yang sudah lama beroperasi di Desa Pinggir Papas.

Seperti halnya Widiyanto, menurut Wildan, PT Garam terkesan setengah-setengah menangani persolan ini. Padahal seharusnya PT. Gatam sebagai perusahaan milik negara seharusnya hadir di tengah-tengah masyarakat. Peka terhadap persoalan yang dialami warga di sekitar tempat mereka beroperasi, salah satunya soal sampah.

“Beberapa hari ini PT. Garam mulai melakukan bersih-bersih. Tapi saya lihat yang mereka bersihkan hanya di lahannya sendiri, tidak ke tempat-tempat pemukiman warga yang terdapat banyak sampah,” ujarnya.

Sebab itu, dia meminta perusahaan plat merah itu bisa berbuat sesuatu untuk mengatasi persoalan sampah. Dengan cara mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat-alat pembersih sampah.
Misalnya dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), yang bagi Wildan  bisa digunakan untuk kesejahteraan warga sekitar.

Ditempat terpisah, aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Moh. Sutrisno mengaku prihatin melihat kondisi sampah di Desa Pinggir Papas dan Karang Anyar. Karena persoalan sampah di dua desa tersebut bukanlah hal baru, melainkan persoalan lama yang hingga kini belum juga menemui titik penyelesaian.

“Persoalan sampah ini perlu segera di atasi, karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Sutrisno.

Sutrisno meminta pihak PT. Garam tidak menyalahkan masyarakat karena membuang sampah sembarangan. Tapi PT. garam dengan program dan anggaran yang dimiliki harus mampu memberi kenyamanan dan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Sangat tidak mungkin perusahaan yang dibiayai negara tak bisa ngurus rakyat, ini kan lucu. Ayolah jangan sampai merusak citra presiden yang selama ini dikenal dengan pemimpin peduli wong cilik,” ujarnya.

Sementar Sugiyatno, Kepala Divisi Produksi Bahan Baku PT. Garam (Persero), mengaku sudah berupaya semaksimalmungkin membersihkan sampah di Desa Pinggir Papas dan Karang Anyar.

“Sampah terus menumpuk karena kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap kebersihan lingkungan” kilahnya.

Bahkan pihaknya menjelaskan jika sejak awal musim sudah sepakat dengan Kepala Desa bahwa per satu minggu sampah di masing-masing desa akan diangkut oleh PT. Garam.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah mengundang masing-masing perwakilan desa untuk menerima bantuan dari PT. Garam berupa kontainer. Tapi untuk sementara, kontainer tersebut masih belum bisa dioperasikan karena masih menunggu selesainya beton tempat kontainer akan diletakkan.

Sebab itu, dia mengimbau agar kedepan masyarakat bisa diajak kerja sama dengan tidak membuang sampah sembarangan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga. “Pergunakan fasilitas yang ada dengan sebaik mungkin,” katanya, (Hm/rd)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close