DaerahKabar

Peringati Harlah NU Ke-96, PCNU Kabupaten Sumenep Memperkuat Khidmah Wathaniyah

Jaazaidun.com, Sumenep. Peringatan Harlah NU Ke-96 yang mengangkat tema “Memperkuat Khidmah Wathaniyah untuk Meneguhkan NU sebagai Elemen Utama Bangsa” yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB, berlangsung penuh barokah dan rasa khidmah yang suntuk.

Acara yang dilaksanakan di lantai II Kantor PCNU Kabupaten Sumenep, Sabtu, 16 Rajab 1440 H bertepatan 23 Maret 2019 tersebut dikemas dalam bentuk Khatmil Qur’an, Istighasah dan reflektif ini diikuti oleh semua pengurus PC NU, Lembaga, Banom dan siswa yang ada dilingkungan Nahdlatul Ulama Sumenep.

Ketua PCNU Kabupaten Sumenep dalam sambutannya, mengingatkan peranan pesantren dan organ terbawah NU untuk terus berkiprah dimasyarakat, sehingga hal-hal yang selama ini dikhawatirkan terus merongrong keutuhan NKRI dapat dicegah sedini mungkin.

Sementara Ketua MUI Sumenep Dr. KH. Syafraji lebih menitik beratkan penguatan ideologi dan histori berdirinya NU. “Munculnya kelompok-kelompok yang terus merongrong dan menggempur keutuhan NKRI dari berbagai sisi perlu terus dilawan, sehingga NKRI dan Pancasila tetap utuh,” jelasnya.

Agar diketahui kenapa NKRI kemudian menjadi HARGA MATI, karena bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah ketetapan yang tak bisa lagi diubah, dirongrong, atau dilenyapkan. “Harga Mati” bermakna sebagai ketetapan yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

Ketetapan mengenai HARGA MATI ini ditegaskan dalam Undang Undang Dasar tahun 1945 pada Pasal 37 ayat 5 yang berbunyi:

“Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.”

Bentuk negara Indonesia adalah Kesatuan. Bentuk ini tak bisa diubah dengan alasan apapun karena sudah ketetapan yang pasti oleh bapak pendiri bangsa. Tugas kita sebagai warga NU, untuk menjaga dan melindungi kedaulatan NKRI. (red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close