KabarNasional

Pengajian Millenial; Kisah Kaum Ibu yang Hidupnya Semakin Kompleks

Jaazaidun.com-Sumenep-Perempuan Millenial tidak otamatis lupa pada sejarahnya sebagai pasangan abadi dalam kehidupan suaminya, meskipun mereka dalam perkembangannya telah out of the box yang merambah dalam ragam disiplin; dari bekerja di kantoran, jadi guru, start up business, aktivis sosial, budaya, bahkan politisi.

Hal tersebut dikatakan oleh Rusmiyati Latief dalam seminar Peran Perempuan di Era Millenial yang diadakan PAC Muslimat, Fatayat, IPPNU dan Densus 26 di Aula Balai Latihan Kerja Anwarul Abror Jadung, Dungkek, Sabtu 28/12/2018.

Kandidat Doktor Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang itu menjelaskan jika perempuan millenial berbeda banyak dari yang dialami nenek moyangnya mereka dalam hal menikmati pendidikan.

“Sudah niscaya perempuan hari  ini, lebih baik ketimbang ibu atau nenek mereka dalam tingkat pendidikannya,”paparnya.

Dia mengajak para perempuan kader NU agar lebih Arif dan menjadi tauladan dalam mendidik anak-anaknya. Hidup kedepan bakal semakin kompleks, perempuan dituntut belajar banyak hal untuk mengerti tentang dunia yang terjadi disekelilingnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Aktivis Lakspedam NU Sumenep Ulfatul Hasanah. Ketika Bung Karno dalam Kongres Kaum Ibu 1928  jika Islam tidak pernah merendahkan derajat perempuan.

“Bung Karno juga sudah memberikan contoh tentang Sayyidah Fatimah, putri Rasulullah SAW. Salah satu sosok perempuan yang diagungkan dalam Islam,”terangnya.

Dalam beberapa riset yang dihimpun jaazaidun.com keberadaan perempuan milenal di Indonesia yang terdidik, semakin kritis terhadap ketidakadilan berbasis yang masih ada di lingkungan kerja, salah satunya soal gaji.

Paw Research mencatat bahwa 60 persen perempuan milenial tak sepakat bahwa laki-laki mendapat gaji yang lebih besar dalam jenis pekerjaan yang sama. Sebanyak 75 persen beranggapan bahwa perlu perubahan-perubahan di tempat kerja agar lebih setara.

Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat gaji perempuan dan laki-laki yang cukup timpang. Menurut data Global Gender Gap Reporta yang disusun World Economic Forum, Indonesia berada di peringkat 51 dari 141 negara yang dikaji. Selisih gaji berdasarkan gender di Indonesia sampai angka 0,68. Dalam tersebut perempuan cuma digaji 68 persen dari gaji laki-laki untuk pekerjaan yang sama, dan dianggap sebagai konsekuensi masih adanya kesenjangan gender. (red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close