KabarNasional

Pendekar Pakong Dalam Tutur Abisibah

Jaazaidun.com–Malang — Menjadi juara itu tidak gampang. Ada banyak jalan terjal yang harus dilewati. Jika tidak mempunyai tekad yang kuat, dan kemauan yang “sangat”. Rasanya tidak mungkin tiba-tiba jadi juara, apalagi juara dalam bela diri.

Menjadi juara dalam ajang bela diri merupakan tantangan yang luar  biasa. Butuh mentalitas pendekar sejati, yang tak akan mundur meski se-kaki.

Hal yang demikian sudah dirasakan oleh salah seorang  asal Madura, Rendy namanya. Rendy merupakan siswa Madrasah Aliyah Sumber-Bungur Pakong Pamekasan meraih juara 3 di Kejuaraan Nasional Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang diselenggarakan Universitas Brawijaya Malang pada 13 -16 Juli 2018.

Rendy bercerita kalau capaian itu bukanlah hal yang mudah untuk diraih. Hal itu dapat diterima, sebab Rendy harus mengalahkan beberapa atlet diberbagai wilayah Indonesia. Diantaranya kontingen Kalimantan, Batam, Jawa, Riau, Bali, dan Sekolah Menengah Atas yang terdapat di Jawa Timur.

Sama halnya dengan Rendy mereka sama-sama berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk dirinya dan nama lembaga.

Abisibah, Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang pernah satu almamater dengan Rendy menuturkan, kalau anak yang mempunyai nama lengkap Rendy Afandy itu merupakan peserta didik baru MA Sumber Bungur Pakong Tahun 2018. Tapi ia sudah mulai ikut latihan PSHT sejak duduk di bangku MTs kelas VIII. Sebenarnya yang diraih Rendy adalah yang kedua bagi MA Sumber Bungor. Sebab Abisibah ditingkat Dewasa meraih juara 2.

Fendi Firmawan ketua PSHT Ranting Pakong mengaku raihan tersebut selai  karena perbaikan kualitas latihan,  juga  mendapat dukungan dari berbagai pihak. Baik dukungan moril dan mentalitas, ataupun  materil seperti fasilitas latihan terutama matras yang diberikan oleh Nur Faizin, M.A.,.

Bagi Fendi, dukungan dan alat-alat tersebut telah menjadi penunjang meningkatnya prestasi anak asuhnya. Sebab itulah, ia tidak sungkan-sungkan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Taretan Nur Faizin yang akrab dipanggil “Mas Jen” oleh para pendekar PSHT Ranting Pakong.

Berkat prestasi tersebut,  Rendy bisa masuk Unibraw melalui jalur prestasi sebagai mana disampaikan Prof Dr Ir Arief Prajitno Wakil Rektor III Universitas Brawijaya saat membuka kejuaraan, Jumat (13/07) malam.

Abisibah berharap, keberhasilan Rendy bisa menjadi motivasi motivasi  bagi generasinya untuk terus berlatih, bersaing dan memberikan yang terbaik untuk lembaga. Sehingga benar-benar menjadi pemuda sehat, cerdas, berprestasi dan siap menghadapi masa depan.

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close