DaerahKabar

Pemuda Batang-Batang Bangun Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat

Jaazaidun.com–Sumenep – Forum Pemuda Daerah Batang-Batang Berkreasi (FPDB3) Kabupaten Sumenep laksanakan Forum Group Discussion dengan tema “Membangun Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat Dalam Pembangunan Wisata Lombang Tahun 2019”, bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sumenep, Senin (17/12/2018).

Kegiatan tersebut bertujuan membantu untuk mempertemukan pemerintah Kabupaten Sumenep dan masyarakat lombang serta seluruh elemen yang berkaitan dengan wisata, yang kemudian menciptakan perencanaan yang baik untuk wisata lombang kedepannya.

H. Masdawi anggota Komisi ll DPRD Kabupaten Sumenep dalam diskusinya, menyebut pembangunan dan pengembangan Wisata Lombang gagal dalam dua rezim kepemimpinan dekade dalam 20 tahun terkhir, mulai dari kepemimpinan KH. Ramdlan Siraj sampai di kepemimpinan KH. A. Busyro Karim.

“Setelah kepemimpinan Sokarno Marsaid saya kira tidak ada pengembengan, yang betul ingin membuat dampak positif dengan adanya pariwisata itu. Pemerintah Kabupaten Sumenep belum bisa membaca potensi wisata Sumenep kedepan, bahwa pariwisata adalah industri. Padahal satu-satunya untuk mengangkat perekonomian suatu daerah dan meningkatkan PAD Kabupaten ini, iya potensi daerah harus dikelola dengan maksimal” terang pria asal Dungkek itu.

Masdawi menambahkan dari hal yang kecil saja Pemerintah belum mampu menata. Semisal penataan pedagang di wisata pantai lombang sampai hari ini belum tertata rapi dan belum terlihat indah.

“Kita tata masyarakatnya, agar masyarakat merasa memiliki wisata, begitu masyarakat sudah merasa memiliki wisata, maka otomatis masyarakat akan merawat wisata milik pemerintah ini” terangnya.

Kemudian Masdawi menganjurkan agar wisata pantai lombang untuk dipihak ketigakan, karena menurutnya pemerintah sudah tidak mampu mengelola wisata tersebut.

“Pihak ketigakan saja, jangan menutupi kalau pemerintah tidak mampu, biar tidak banyak makan dana, banyak bocornya nanti PAD” sebutnya.

Dari Ketua FPDB3 Taifur merasa kecewa karena dari unsur DPRD dapil V, Kepala Bappeda serta Bupati tidak hadir dalan kegiatan tersebut “Kami merasa kecewa kepada DPRD dapil V serta Kepala BAPPEDA dan juga Bupati yang tidak menghadiri acara FGD yang kami selenggarakan” katanya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep Sudah dua kali tidak menghadiri acara yang itu berkaitan dengan Pariwisata Lombang. Padahal kata Taifur mengadakan acara FGD ini untuk Membantu Mempertemukan Pemerintah Dengan Masyarakat Lombang serta seluruh elemen wisata agar kemudian tercipta perencanaan-perencanaan yang baik.

Dirinya juga berpesan kepada pemerintah supaya wisata pantai lombang dipihak ketigakan. “Pesan kami kepada pemerintah. Jikalau Pemerintah tidak sanggup mengelola Lombang, lebih baik pihak ketigakan saja biar wisata lombang tidak semakin parah dari segi pembangunan, lebih-lebih persoalan Infrastruktur dan Tata Ruang” pesannya . (Id/red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close