DaerahKabar

Paripurna; Pimpinan DPRD Tak Mau Bacakan Surat Dari PKB

Jaazaidun.com-Sumenep- Sidang paripurna pengesahan APBD 2019, yang dijadwalkan 19.30 WIB, Rabu (24/10) malam molor. Terbukti, hingga pukul 21.30 WIB, agenda baru dimulai.

Sidang Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Herman Dali Kusuma. Tidak lama berlangsung sidang dihujani gugatan dan interupsi.

Yang pertama, datang adalah dari H Ruqi Abdillah. Politisi dari Partai Kebangkitan bangsa (PKB) menanyakan, apakah surat dari PKB tentang pergantian ketua dewan sudah sampai atau tidak ke pimpinan dewan. Interupsi itu muncul karena tidak dibacakan dalam agenda rapat paripurna.

Selanjutnya, sidang terus memanas. Namun pimpinan sidang memilih melanjutkan jalannya sidang. Dalam sidang itu dibacakan surat dari PPP, Gerindra dan PKB.

Untuk menyikapi pertanyaan soal surat PKB, pimpinan sidang menyerahkan kepada Kabag Hukum Nanta Yuniarto. Katanya menyampaikan, berdasarkan hasil konsultasi dengan Biro Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, jika ada sengketa, proses pergantian ketua dewan tidak akan diproses oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pernyataan Nanta langsung dibantah oleh politisi PKB lainnya, Dulsiam. Ia meminta agar surat dari PKB tetap dibacakan. Sehingga proses politik tetap berjalan dan hukum juga berjalan bila ada gugatan.

“Saat ini PKB minta agar surat dari PKB dibacakan, soal proses hukum dipersilahkan diproses,’ kata Dulsiam.

Namun pimpinan tetap bersikukuh tidak akan membacakan dengan alasan takut ada masalah di kemudian hari.

Kata Faisal, salah satu pimpinan sidang, jika tetap dibaca, khawatir gugatan berikutnya dilayangkan ke pimpinan. Lalu kemudian akhirnya agenda paripurna diteruskan ke pengesahan RAPBD 2019. (Bang/red).

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close