KabarNasional

Pangeran Mohammad Bin Salman Akui Kedekatan Arab Saudi-Israel

Jeddah – Ditengah penolakan dunia muslim pada Israel sikap Kerajaan Saudi Arabia malah sebaliknya. Beberapa hari lalu, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman mengeluarkan pernyataan bahwa KSA (Kingdom of Saudi Arabia) dan Israel merupakan dua negara yang mesti saling mengunguntkan. Walaupun hingga saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik, tetapi diakui Pangeran Salman bahwa Israel berhak atas tanahnya sendiri. Sama halnya Palestina.

Seperti dilansir antaranews (5/4)  bahwa pernyataan Pangeran Mohammad bin Salman itu disampaikan dalam wawancara dengan majalah The Atlantic yang disiarkan Senin lalu dan melukiskan nada yang lebih bersahabat kepada Israel yang dianut oleh penguasa de facto negara kerajaan Arab yang sebenarnya menentang hak hidup Israel.

Sampai saat ini Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan resmi. Para pemimpin Saudi punya tradisi mengkritik Israel atas perlakuan mereka kepada Palestina dan karena membatasi akses kepada kaum muslim untuk memasuki Yerusalem.

“Saya percaya semua orang, di mana pun, memiliki hak untuk hidup di negara damai mereka,” kata Pangeran Mohammed kepada Jeffrey Goldberg dari Majalah The Atlantic. “Saya percaya rakyat Palestina dan rakyat Israel punya hak atas tanah mereka. Tetapi kita harus memiliki perjanjian damai demi memastikan stabilitas semua pihak dan memiliki hubungan yang normal. Pembentukan hubungan resmi Saudi-Israel dapat menguntungkan kedua negara, dan tetangga-tetangga mereka. Israel adalah perekonomian besar dibandingkan dengan ukuran mereka dan sebuah perekonomian yang terus berkembang, dan tentu saja ada banyak kepentingan yang kami bagi dengan Israel, dan jika ada perdamaian, akan ada banyak kepentingan di antara Israel dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk seperti Mesir dan Yordania,” ungkap Pangeran Mohammad.

Pangeran Mohammad juga mengesampingkan sentimen anti-Yahudi dalam masyarakat Saudi.

Menyitir sejarah sejarah nenek moyangnya, Pangeran Mohammad mengatakan bahwa KSA tidak pernah mempunyai masalah dengan Yahudi. “Negara kami tidak punya masalah dengan Yahudi,” kata Pangeran Mohammad sembari menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad SWA pun menikahi seorang perempuan Yahudi dan saat ini sendiri banyak orang Yahudi yang bekerja di Saudi.

Ucapan Pangeran Mohammad itu merujuk kepada Shafiyah binti Huyay. Shafiyah adalah salah seorang istri Rasulullah SAW dari suku Bani Nadhir. Bani Nadhir sendiri merupakan salah satu suku Bani Israel yang bermukim di Madinah saat itu.

Tidak hanya dengan Israel. Seperti diketahui Pangeran Mohammad dekat sekali hubungannya dengan pemerintahan Presiden Donald Trump, khususnya dengan menantu yang sekaligus penasihat Trump, Jared Kushner, yang ditugasi Trump untuk mengatasi konflik Israel-Palestina.

Perombakan besar-besaran di bawah kendali Pangeran Mohammad membuka babak baru di Saudi Arabia. Kebijakan wanita dapat menyetir mobil misalnya, seakan membuka kran demokrasi di tanah kelahiran Nabi Muhammad SAW yang selama dekade terakhir memiliki hukum yang ketat. Wajah Arab Saudi 2030 menjadi visi utama KSA dibawah komando sang Pangeran muda tersebut.

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close