DaerahKabar

Niat Tabarrukan, Densus 26 Khataman Kitab Karya Hadratussyaikh

Jaazaidun.com-Sumenep, Selama Ramadhan 1440 Hijriyah kalangan muda Sumenep khataman kitab Adabul ‘alim wa muta’alim. Kitab yang dikarang Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari ini dikaji setiap pekan di bulan puasa.

Kiai Hantok Sudarto, Kiai Muda Densus 26, mengatakan bahwa pengajian ini dilakukan tidak sekedar mengisi kegiatan positif di bulan Ramadhan. Lebih dari itu ialah sebagai jalan tabarrukan atau ngalap berkah pada Hadratussyaikh.

Pengajian Densus 26 yang sudah Istiqomah berjalan selama dua tahun. Dengan jamaah sekitar 50 orang lebih Istiqomah mengaji.

“Bulan Ramadhan ini kita memang fokus ngaji kitabnya KH. Hasyim Asy’ari. Alhamdulillah hari ini sudah khatam. Semoga apa yang kita lakukan mendapat keberkahan,” ungkap Kiai Hantok pada Rabu (29/5) di sekretariat Densus 26.

Sementara itu, Nur Faizin, selaku Korwil Densus 26 Madura saat ikut khataman, menambahkan etika dan adab santri itu tidak hanya harus dimiliki saat nyantri, tapi kudu dimilki sepanjang hanyat. Karena identitas santri melekat walau sudah berada di tengah-tengah masyarakat. Program ajian kitab yang dilaksanakan Densus 26, menurutnya, sebagai bentuk memelihara tradisi pesantren.

“Insya Allah kita akan Istiqomah merawat tradisi pesantren semacam ini. Kebetulan hari ini kita sudah mengkhatamkan kitabnya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Semoga niat kita menjadi wasilah merawatnilai-nilai yang dibangun Hadratussyaikh dan NU secara umum,” tutur Faizin.

Menurut Nur Faizin Densus 26 akan menjadi wadah sekaligus jalan dakwah bagi siapa saja yang ingin ngaji, merawat tradisi pesantren, dan tabarrukan ke para pendiri NU.

Adab seorang santri ialah adab menghormati guru dan yang berhubungan dengannya. Sekilas dari pengajian kitab yang diampu K. Hantok Sudarto dan K. Abdul Wasid mengajak semua dari kita memiliki adab dalam mencari ilmu. Adab mulai dari mencari ilmu, mencari teman, menghormati guru, dan menghargai karya para alim ulama. Adab ini tidak hanya berlaku bagi seorang santri di pesantren, tapi semua elemen yang mempunyai kewajiban mencari ilmu hingga ke liang lahat. (Fat/red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close