DaerahKabar

Meski Masa Tenang, Ada Billboard Caleg Istri Bupati yang Dibuang Sayang

Foto Billboard berbayar ini ini diambil jam 3 dini hari dengan kamera handphone Xiaomi note 5 A

Jaazaidun.com, Sumenep. Papan Billboard berukuran besar di jalan Arya Wiraraja lingkar timur milik istri Bupati Sumenep Busyro Karim yang berstatus caleg itu masih dipampang menjadi konsumen pengguna jalan, meskipun masa tenang kampanye sudah lewat satu hari.

Billboard tersebut diduga sengaja tidak diturunkan oleh penyelenggara Pemilu, meski sudah jelas termasuk alat peraga kampanye (APK) atau media luar ruang yang berbayar.

“Itu pasti kesengajaan laten pemilik kuasa yang berkuasa melakukan penetrasi kepada penyelenggara pemilu,” kata Penggiat Demokrasi Lokal di Kabupaten Sumenep Doel Wahid kepada jaazaidun.com, Senin (15/04/2019).

Doel Wahid menegaskan kesengajaan itu sebagai hasrat kekuasaan yang jamak dilakukan, sebagaimana sikap-sikap buruk yang terjadi pada orde baru seperti nepotisme dan KKN.

Menurut dia sebaiknya keputusan yang diatur Undang-undang tentang masa tenang kampanye dihormati bersama, sehingga memberikan waktu kepada para pemilih untuk memikirkan kembali pilihan mereka sebelum menjatuhkan keputusan.

  • APK salah satu Caleg DPRD Jawa Timur yang ada di jalan Trunojoyo Sumenep juga belum diturunkan.

Masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye pemilihan umum. Tidak ada kampanye yang diperbolehkan selama periode ini.

Bagi setiap orang yang melakukan kampanye di masa tenang, berarti telah melakukan kampanye di luar jadwal waktu yang ditetapkan oleh UU Pemilu maupun Peraturan KPU, sehingga sanksinya adalah pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Aturan tentang masa tenang Pilkada ini tercantum di PKPU 4/2017 tentang Kampanye.

Berikut bunyi beberapa pasal dan ayat terkait masa tenang:

Pasal 50

Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye wajib menutup akun resmi di media sosial paling lambat 1 (satu) hari setelah masa Kampanye berakhir

Pasal 51

(2) Masa tenang Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlangsung selama 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara.

(3) Pada masa tenang sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pasangan Calon dilarang melaksanakan Kampanye dalam bentuk apapun.

Pasal 54

(4) Selama masa tenang, media massa cetak, elektronik, dan lembaga penyiaran, dilarang menyiarkan iklan, rekam jejak Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye, atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan Kampanye yang menguntungkan atau merugikan Pasangan Calon. (red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close