DaerahKabar

Menikmati Sensasi Jagung Ketan Kangean, Legit Rasanya

Jaazaidun.com—Sumenep – Jagung ketan tidak bisa ditemui di sembarang tempat, karena hanya ada di pulau Kangean. Di emperan toko-toko, di pojok pertigaan jalan protokol atau di tempat-tempat komunitas publik berkumpul biasanya yang paling gampang ditemui adalah jagung bakar, bukan jagung ketan. Karena asap dari bara yang mengepul nyaris tidak berbeda dari para penjual sate yang menguarkan bau harum yang khas.  Selera ditantang untuk segera mencicipi.

Di warungnya yang sederhana, Supatmi tampak sibuk mengipas-ngipas tungku agar bara di dalamnya tidak padam. Asap mengepul ke udara. Suaminya yang duduk tak jauh di dekatnya, tangannya dengan cekatan mengupas kulit jagung. Sesekali keduanya saling berganti peran, suaminya mengipasi, istrinya sibuk mengulik jagung di atas bara atau mempersiapkan jagung pada tampah untuk dihidangkan.

“Jagung pulau rasanya beda dengan daratan,” ungkap Supatmi, Jum’at, 18/10/2018 ditemui di warungnya.

Ia lalu bercerita bahwa jagung yang ada di Kangean seperti dikaruniai kenikmatan khusus untuk warga kepulauan. Makanya, tidak heran ketika dicampur ketan sekalipun rasanya tetap tidak berubah, tetap legit manis.

Jaazaidun.com, sudah tiba di Kangean dua hari sebelumnya bersama rombongan Nur Faizin, MA dan Kiai muda Nurul Jadid, Ra Fahmi serta Ra Faiz sekeluarga. Begitu tahu ada pasangan suami istri di Kangean menjual jagung ketan secara alami, mendadak rombongan menyerbu warung Supatmi. Dari penduduk setempat, kami tahu bahwa ada jagung ketan yang rasanya unik dan manisnya alami tanpa gula.

“Legit banget rasanya bro,” ucap Muzanni, pemimpinp rombongan mengacungkan kedua tangannya. Serentak kami menyambutnya dalam derai tawa yang panjang sekaligus mengacungkan tangan juga tinggi-tinggi ke atas.

Menurut Supatmi, sebetulnya cara bakar jagung sangat mempengaruhi tingkat kemanisannya. Selain jagung Kangean yang memang terkenal manis rasanya. Untuk itu mereka mematok harga 20 hingga 25 ribu rupiah, mereka memasarkan Jagung ketan jualannya. Banyak dari kampung dan warga desa sebelah mengular, antri satu persatu. (Hedi/*)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close