DaerahKabar

Mahwi dalam Temu Kerrong Kaka’ Ale’: Pribahasa Madura itu Laku Hidup

Jaazaidun.com–Jakarta — Forum Mahasiswa Madura menggelar acara Temu Kerrong Kaka’ Ale’. Tema yang diangkat “Rampak Naong Beringin Korong” dengan menghadirkan Mahwi Air Tawar, sastrawan Madura yang kini menatap rantau di Jakarta.

Dalam pemaparannya, pria yang lahir di Kampung Pasir ini menegaskan bahwa Madura mempunyai pribahasa yang implementatif dalam laku sehari-hari.

“Kerras se akerres, pribahasa Madura yang mempunyai spirit, mengajarkan keras ke dalam diri kita sendiri. Tapi punya kekuatan terhadap orang di luar kita,” ujarnya.

Mahwi dalam Temu Kerrong Kaka’ Ale’: Pribahasa Madura itu Laku Hidup

Berada di depan mahasiswa baru yang berasal dari Madura di Jakarta. Mahwi mengatakan jangan lelah bekerja keras. Jakarta sebagai kota yang keras hanya ada pada diri orang yang pemalas.

“Maske soko ajhelen jeuh, bettes tetep bede e bebe. Makna yang luas, kalaupun di Madura tapi jadi pemalas, iya akan tetap terasa keras. Tapi ke manapun kita merantau, sukses dan lain sebagainya, tak ada kata sombong bagi orang Madura.” Lanjutnya.

Acara ini berlangsung di Warung Sunda, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Sabtu, 22/9. Hadir juga Jufri Halim, akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai narasumber. (Reyadi/red)

 

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close