DaerahKabarKomunitas

Lebaran, Tips Menghindari Daging yang Mahal Ala al Hidayah

Jaazaidun.com, Sumenep. Warga di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyembelih sapi dengan cara patungan, itu dilakukan agar harga daging yang hendak dikonsumsi untuk kebutuhan Lebaran itu bisa lebih murah dan dagingnya segar.

Salah satunya, seperti yang dilakukan kelompok kumpulan pengajian ‘Al-Hidayah’ di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek Sumenep

“Kalau membeli sapi sendiri lalu disembelih, harganya jauh lebih murah dibandingkan membeli daging di pasaran,” kata tokoh masyarakat di desa Jadung sekaligus Ketua Kompolan Al-Hidayah, Mufidul Wara’ kepada Nada FM.com Selasa pagi (04/06/19)

Selain lebih murah, kualitas daging sapi juga lebih terjamin, dan lebih segar dibanding daging sapi di pasaran. Sebab sapinya dibeli dari pemiliknya langsung.

“Kan kalau membeli daging di pasar kan kita hanya mendapatkan dagingnya. Tapi kalau patungan seperti ini, kita bisa mendapatkan semuanya, baik daging maupun tulang sapi. Lumayan kan meski tulang kan bisa buat kaldu,” kata Obek sapaan akrabnya.

Sapi yang disembelih warga Kumpulan di Desa Jadung ini lanjut Mufid, dibeli jauh hari sebelum Lebaran dan dipelihara oleh anggota kelompok yang patungan itu, dengan kompensasi daging dan tulang serta kulit sapi.

Berdasarkan pengalaman Lebaran tahun-tahun sebelumnya, harga daging sapi dengan cara patungan itu, jauh lebih murah dari pasaran, antara Rp10, Rp 15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

“Kalau harga daging di pasaran itu Rp 130 ribu, kita bisa Rp100 ribu per kilogramnya. Itupun masih mendapatkan tambahan, seperti usus dan tulang. Kalau di pasar kan hanya daging saja,” paparnya.

Selain karena harga, dan daging yang segar, yang juga menjadi pertimbangan warga melakukan patungan, karena uang mereka peroleh adalah hasil simpanan selama setahun.

“Jadi setiap minggunya kami menyimpan, Rp3 ribu saja dengan 131 orang anggota khusus untuk kebutuhan Lebaran dan salah satunya untuk patungan membeli sapi kebutuhan Lebaran ini. Dan alhamdulillah dana yang terkumpul Rp 19 jutaan, dibelikan dua ekor sapi, per orang dapat 1kg 4 ons daging” terangnya.

Kepala Dinas Peternakan Sumenep Bambang Heriyanto menyatakan, tradisi menyembelih sapi di kalangan masyarakat perdesaan di Kabupaten Sumenep merupakan tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun.

“Setiap tahun Dinas Peternakan selalu mempersiapkan tim khusus untuk meninjau kesehatan sapi ternak yang hendak disembelih untuk keperluan Lebaran,”tukasnya (Duest)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close