DaerahKabar

KKN INSTIKA Adakan Pelatihan Pupuk Organik, Masyarakat Apresiatif

Jaazaidun.com–Suemenep — Kebutuhan akan pupuk terhadap lahan sawah petani memang tidak seluruhnya harus dipenuhi dengan pupuk kimia yang diproduksi oleh pabrik. Namun, untuk menghemat serta memperbaiki unsur hara pada tanah pupuk organik merupakan alternatif yang terbaik.

Peserta KKN Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) mengadakan pelatihan membuat pupuk organik bertempat di Balai Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Rabu, (01/08).

Pelatihan yang digelar oleh puluhan mahasiswi KKN ini diapresiasi masyarakat. Salah satunya pemuda desa setempat, Bakir yang menjadi peserta dalam pelatihan tersebut turut senang karena dapat menambah wawasan para petani dan kelompok tani khususnya warga Desa Jadung.

“Kami sangat apresiatif atas pelatihan yang diadakan adik-adik KKN Instika ini. Harapan kami, setelah pelatihan ini para petani dapat mengelola atau membuat pupuk organik dari sampah-sampah potensi desa sendiri,” ujar, Bendahara Umum Forum Pemuda Desa (Forpemdes) Jadung.

Pelatihan Pupuk Organik yang diadakan oleh KKN INSTIKA

Hal senada juga disampaikan ketua kelompok tani (Kapoktan) Desa Jadung, Maswandi. Ia menyampaikan terima kasih atas pelatihan yang mendatangkan pemateri sekaligus Dewan Pendamping Lapangan (DPL) Kecamatan Dungkek, Junaedi. Sehingga menambah pemahaman masyarakat dalam pembuatan pupuk organik.

“Hal ini tentunya menghemat pengeluaran kami untuk kebutuhan pupuk serta menyehatkan masyarakat karena mengurangi pengolahan lahan menggunakan pupuk kimia buatan pabrik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN Instika Desa Jadung, Atirotun mengatakan. Pupuk organik jauh lebih baik dari pupuk kimia untuk kesuburan tanah, lebih efisien dan lebih mengirit biaya.

“Tujuannya bagaimana petani bisa membuat atau mengelolah pupuk organik yang berasal dari sampah organik,” ujar, ketua Posko XXXVI KKN Instika tersebut.

Lanjut Atir, Desa Jadung memiliki banyak potensi sampah organik seperti serbuk dan kotoran hewan ternak yang bisa diproduksi menjadi pupuk organik. Dari itu dirasa sangat perlu untuk diadakan pelatihan pembuatan pupuk organik. Apalagi mayoritas masyarakatnya banyak yang petani.

“Mudah-mudahan nantinya masyarakat bisa mempraktekkan sekaligus mengembangkan serta bisa melestarikan pupuk organik untuk kesuburan lahan pertanian desa Jadung,” pungkasnya. (Subaidi/rd)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close