Nasional

Kepala Baanar Pusat Ajak Masyarakat Melawan Narkoba dan Nikmati Bonus Demografi

Jakarta – Bangsa Indonesia sebenarnya dapat menikmati bonus demografi secara optimal pada tahun 2020-2030 mendatang. Usia angkatan kerja (14-64 tahun) diperkirakan mencapai angka 70 persen. Angkatan kerja ini diharapkan mampu mengelola bosnus demografi secara optimal. Angka 70 persen ini jika tidak dioptimalkan seluruh pihak maka bonus demografi akan hilang begitu saja.

Pelebagai macam faktor merosotnya pemanfaatan bonus demografi ini. Inilah yang diresahkan Saleh Ramli, Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor. Dalam rilisnya Ramli mengatakan bahwa seluruh pihak harus bergandeng tangan memanfaatkan bonus demografi ini, salah satunya dengan pemanfaatan usia produktif. Ancaman yang paling serius dewasa ini terhadap merosotnya usia produktif ialah narkoba.

“Melihat fenomena melonjaknya angka usia produktif ini BAANAR di bawah naungan Pimpinan Pusat GP Ansor menilai patut direspon. Peringatan HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) dapat menjadi momentum untuk seluruh pihak. Maraknya penggunaan obat terlarang seperti narkoba menjadi hambatan serius. Pasalnya, usia produktif harus mempunyai performa yang baik sebab jika tidak akan merugikan masa depan Indonesia,” tulis Ramli, Selasa (26/6).

Ramli menegaskan bahwa untuk mengatasi merosotnya usia produktif yang terjerembab narkoba, BAANAR telah melakukan sosialisasi secara masif dari pusat hingga ke daerah-daerah, melalui pelatihan dan pendidikan dasar GP Ansor. Ramli mengajak seluruh pihak untuk mengkontektualisasikan semangat hijrah dan jihad dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dapat diiris melalui semangat pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Dengan hijrah dan jihad melawan narkoba, Ramli yakin dapat mengoptimalkan bonus demografi di masa mendatang. Karena hidup akan tertata dengan baik, sehat, dan produktif tanpa narkoba.

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close