Nasional

Jangan Ngaku Generasi Millenial Jika Tak Pernah Berikut Ini

Jakarta – Generasi millenial acap jadi perbincangan publik. Media sosial mempunyai peran penting sebagai wadah aktualisasi generasi ini. Dari pelbagai sumber menyebutkan generasi ini lahir antara tahun 1977 hingga 1998.

Seorang Sosiolog kelahiran Hongaria, Karl Mannheim (1893), pernah mengatakan tipologi manusia sesuai zamannya. Ia menyebut sebagai generasi. Ia mengategorikan generasi manusia mengacu pada kecenderungan zamannya dan saling mempengaruhi membentuk karakter yang sama.

Apa saja generasi manusia sesuai zamannya? Ada Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z (baca zi; sesuai American Phonetic).

Ngomongin masa sekarang tak lepas dari generasi Millenial. Generasi ini berada di setiap pojok kehidupan kita. Generasi ini aktif di pelbagai hal, mulai dari komunitas ini itu, organisasi a atau  b. Boleh dikata generasi ini ada setiap inci kehidupan kita, baik di dunia nyata atau di dunia maya.

Lantas apa ciri generasi millenial ini? Dari rilis terbaru Alvara Research Center  yang diposting akun direkturnya @hasanuddinali (2/06) mengatakan bahwa generasi millenial ini mempunyai ciri khas; pertama, pengguna aktif media sosial dan internet. Tak bisa dipungkiri memang sebagian besar generasi Millenial ini tak bisa lepas dari gadget. Kebutuhan bersama gadget kesayangan sama halnya dengan makan, minum, tidur, dan bahkan bersenggama.

Kedua, suka nongkrong dan suka jalan-jalan plus nge-Mall. Ini yang mungkin kurang dirasakan anak perdesaan. Kalau anak muda millenial kota sepertinya mustahil tak pernah mbolang (jalan-jalan), ngopi di café, atau bahkan nge-Mall walau sekedar nongkrong. Besaran generasi Millenial yang suka jalan-jalan ini mementik banyak pihak menyediakan tempat rekreasi, hiburan, dan gaya hidup. Gaya hidup yang seperti ini, menurut Hasanuddin, membuat banyak pihak menjadikan generasi millenial dan Gen Z ini menjadi target industri.

“Bisnis warung kopi dan cafe kayak masih bakal booming ini, milenial dan Gen Zi nongkrongnya paling sering warung kopi dan café,” tulis Hasanuddin (3/6).

Yang paling menyedihkan generasi millenial ini kurang begitu suka dengan hal-hal pancasila. Mengamati grafik rilis Alvara, generasi millenial dan Gen Z ini lumayan banyak yang berjarak dengan pancasila. Makanya Hasanuddin mendorong pemerintah mengupayakan pendidikan kreatif berbasis pancasila.

“Kehadiran literasi Pancasila bagi generasi Milenial dan Gen Z adalah sebuah keharusan dan tidak bisa ditawar lagi, bila tidak generasi ini dimasa depan akan semakin rawan meninggalkan Pancasila,” ungkap Hasanuddin. (st)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close