Nasional

Drama Kolosal Resolusi Jihad Karya Iwan RS, Menghipnotis Ribuan Penonton

Adegan Resolusi Jihad karya Iwan RS yang dipentaskan di lapangan Bantul Yogyakarta

Jaazaidun.com-Yogyakarta-Ribuan santri dari perwakilan berbagai Pondok Pesantren dan Madrasah se-kabupaten Bantul Yogyakarta memadati lapangan Trirenggo, Bantul, Minggu (21/10/2018).

Menariknya, sebelum apel peringatan hari santri nasional dimulai, kegiatan diawali dengan pementasan drama kolosal resolusi jihad Mbah Hasyim Asy’ari dengan arahan sutradara kawakan Iwan RS.

Dari pantauan di lapangan, drama kolosal perjuangan santri ini diperankan oleh 110 santri dari Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

Salah satu adegan dalam Drama Kolosal Resolusi Jihad Karya Iwan RS

Sebagaimana penuturan sutradaranya kepada jaazaidun.com butuh ekstra keras melatih drama kolosal ini. Sedikitnya mereka bertemu selama 18 kali pertemuan dalam mensinkronisasikan adegan peradegan.

“Kesulitannya harus banyak referensi, dan perbandingan kemudian mengkomonikasikan dengan aktor secara terus menerus,”jelas Iwan RS.

Mereka tampil memukau, menceritakan semangat perjuangan kaum santri mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Drama resolusi jihad yang berlangsung selama 38 menit tersebut cukup memukau dan dramatis.

Setiap adegan santri-santri Krapyak mempragakannya dengan cukup apik dan piawai. Mereka terlihat menguasai perannya masing-masing.

Sutradara Iwan RS, meracik pertunjukan ini berdasarkan buku Gatot Sunyoto perihal KH Hasyim Asy’ari dalam bab Resolusi Jihad.

Pertunjukan Drama Kolosal Resolusi Jihad Karya Iwan RS

 

Dalam pantauan jaazaidun.com dilapangan iringan musik dan properti khas jaman penjajahan menambah pentas itu semakin menarik.

Produser drama kolosal, Pingitan kepada wartawan mengatakan drama kolosal resolusi Jihad sengaja dipentaskan dihadapan ribuan santri untuk menceritakan sejarah yang terjadi sesungguhnya.

“Bukankah hingga hari ini sejarah mengenai resolusi jihad, masih terkesan abu-abu,”paparnya

Karena inisiator atau pelaku utama sejarah perjuangan tetap Mbah Hasyim Asy’ari.

“Sejarah ini perlu kita luruskan. Supaya santri-santri mengerti arti perjuangan dan menjaga Indonesia,” menurut Pingitan.

Masih menurut Pingitan, Bahkan lahirnya 10 November yang saat ini diperingati sebagai hari pahlawan nasional, tidak lepas dari serangkaian peristiwa resolusi jihad tanggal 22 Oktober yang diinisiasi oleh Mbah Hasyim Asy’ari. (SIF/*)

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close