Daerah

Sektor Wisata di Bangkalan Menjanjikan

Bangkalan – Kabupaten Bangkalan mendorong Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispudbar) setempat untuk melakukan pendataan ulang aset wisata yang ada di Bangkalan. Hal ini berkaitan juga dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) kedepan.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman menyampaikan, seperti dilansir bangkalankab, bahwa PAD pariwisata selama ini hanya diperoleh dari persewaan gedung Ratu Ebu. Sementara pariwisata lainnya yang ada di Bangkalan tidak dapat menyumbang PAD dari sektor pariwisata. “Masih kecil lah, perlu dikelola yang lebih baik. Perlu adanya pendataan aset wisata dan kemudian digarapnya dengan baik,” katanya, Kamis (31/05/2018).

Abdurahman menilai selama ini tidak ada wisata yang patut dan layak untuk dipertontonkan. Pariwisata yang ada di Bangkalan masih standart dan biasa saja. Bahkan dikatakannya, belum ada pariwisata yang dianggap menarik untuk dipromosikan. “Bagi kami masih standart-standart saja. Tidak punya kreativitas yang dapat meningkatkan PAD dari sektor pariwisata. Masih begitu-begitu saja. Anggaran dan regulasi dari tahun ke tahun hanya begitu saja,” keluhnya.

Untuk itu, Abdurahman meminta agar Disbudpar Kabupaten Bangkalan mencari cara agar pariwisata Bangkalan banyak dilirik oleh wisatawan, terpenting bisa menggandeng investor maupun pihak ketiga. “Sektor wisata itu sangat menjanjikan. Jadi eman-eman jika tidak dikembangkan dengan maksimal. Apalagi di Kabupaten Bangkalan banyak destinasi yang bisa permak menjadi menarik, sehingga mengundang wisatwan untuk datang,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dispudbar Lily Setiawati Mukti mengatakan, pihaknya berencana mengadakan program paket wisata pada tahun ini. Untuk pariwisata, dirinya telah merencanakan juga akan membangun semua sektor pariwisata yang ada di Bangkalan. “Yang jelas semua pariwisata yang ada di Bangkalan akan dikembangkan secara bertahap, terutama yang sudah ada. Nanti kita akan membuat suatu paket wisata,” tandasnya.

Beberapa tempat wisata yang telah masuk agenda pengembangan tahun ini, kata Lily, diantaranya sungai Tonjung, Desa Tonjung, Kecamatan Burneh, yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata air. Selain airnya jernih, sungai yang tak pernah kering di musim kemarau tersebut juga dikelilingi oleh pepohonan yang rindang dan asri, sehingga menambah keindahan tempat tersebut. “Tempatnya sangat bagus. Jadi, untuk sekedar menikmati keindahan alam atau sekedar foto-foto disitu sangat bagus,” terangnya.

Daerah yang juga dekat dengan kebun jeruk tersebut, akan dibuatkan sarana tubing, seluncur Riverboarding, Getek Tradisional, Spot Selfie Jembatan Warna, dan tempat untuk Selfie (Spot Selfie) yang saat ini menjadi trending.

Selain Sungai Tojung, lanjut Lily, Disbupar Kabupaten Bangkalan akan melacak kepemilikan Pantai Siring Kemuning. Pasalnya, pantai yang sempat populer pada era tahun 1985 hingga 1990-an itu, status kepemilikan tanah di area pantai belum diketahui pasti. Sehingga Pemkab Bangkalan belum bisa mengembangkan pantai berpasir putih tersebut.

Secara garis besar, Sambung Lily, status tanah itu milik negara. Tetapi jika kembali pada aturan, negara harus menghibahkan tanah itu ke Pemerintah setempat dalam pengelolaannya.

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close