DaerahKabar

Sampah FKMA Sumenep, Paskun Cuma Dibayar Rp.20 Ribu Rupiah

Jaazaidun.com-Sumenep–Kebersihan sebagian dari iman, adalah bahasa agama yang faktanya sulit diwujudkan di tengah kehidupan masyarakat modern yang perilakunya dari detik ke menit cuma menyampah.

Sehingga tidak keliru, jika sampah seolah identik dengan ritual eksesif makhluk berakal ini bagaimana mereka berhubungan dengan barang-barang konsumtif, jajanan plastik yang mengancam lingkungannya.

Jam menunjukkan 2.37 saat arakan suara mesin knalpot, irama bunyi-bunyian dari ul daul yang dipadu dekorasi warna-warni disertai nyanyian rampak, putus-putus, gerumun teriakan penonton hilang dari pandangan. Tapi ratusan paskun Rabu (31/10/2018) pagi tadi, bergerak di penjuru kota menggantikan kebisingan tersebut, dengan suara-suara yang lain, suara dari sapu-sapu yang diseret, ditarik, didorong di atas aspal, diantara selekitan gorong-gorong dan comberan.

Kasi pengelolaan Sampah DLH, Saiful Islam ketika ditemui jaazaidun.com dilapangan mengatakan, kegiatan FKMA dengan event tongtong meninggalkan sampah bertruk-truk yang memenuhi seluruh kota.

Pihaknya menurunkan 100 Paskun untuk membersihkan kota agar dalam waktu 4 sampai 5 jam bersih sediakala. ” Untuk itu kami melengkapi 4 truk, dan 6 odong-odong Viar,”jelasnya.

Sadar Bersih di Sumenep Nol

Menurut Saiful, kesadaran akan kebersihan di Sumenep masih dibawah garis limit. Nol. Padahal DLH sudah melakukan pembinaan melalui toko-toko, sayangnya tidak dipernah digubris. Sampah justru semakin banyak.

Lemahnya kontrol dari Polisi Pamong Praja sebagai lembaga penegak Perda, menambah penyebaran sampah semakin akut. Padahal dalam beberapa meter setiap ruas jalan sudah disediakan tempat sampah, namun masyarakat lebih suka membuang sampah disembarang tempat.

Parade Tongtong di Sumenep di acara Harjad Sumenep yang ke 766

Puncak bejibunnya sampah di tengah kota, kata Saiful setiap kali digelar event. “Kegiatan seperti Harjad dan FKMA yang terkonsentrasi di tengah kota ini sebagai tambahan pekerjaan,”katanya.

Anggaran Pemkab Sumenep untuk Paskun sangat sedikit, untuk setiap kegiatan tambahan hanya diberikan insentif 20 ribu rupiah, selain gaji bulanan. “Mau apalagi, adanya cuma segitu,”serunya.

Dia berharap, para pengelola event tidak melulu terpusat di tengah kota, jalan lingkar harus dicoba sebagai tempat pagelaran. Karena kalau ditaruh di sana, akan meminimalisir sampah yang bejibun. Selain itu, jalan lingkar menjadi hidup. (Red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close