KabarNasional

Jokowi-K. Ma’ruf Amin untuk NKRI

Jaazaidun.com–Jakarta — Di antara manusia yang kelak akan dipanggil lebuh dahulu saat hari hisab, Al-Imamul Adil, pemimpin yang adil. Sehingga tidak heran bila warga mendambakan pemimpin loyal dan adil, demi terlaksananya kegiatan bersama secara lancar.

Sehubungan dengan itu, beberapa minggu lalu kita sebagai warga dibikin penasaran tentang siapa yang akan menjadi wakil Jokowi untuk maju di Panggung Pilpres pada pemilu mendatang.

Tentu kita sudah mafhum, siapa Jokowi itu, sebab dia telah menjabat satu periode sebagai presiden indonesia. Seorang Presiden yang cukup mendapat banyak cacian dan lain-lain. Mulai antek asing, keturunan PKI dan semacamnya. Namun yang jelas kita harus akui Jokowi pula yang meresmikan dan menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan ini adalah salah satu penghargaan terbesar untuk para santri dan ulama’, sebab sebelumnya perjuangan mereka memerdekakan Indonesia hanyalah sebatas dongeng pengantar tidur.

Kebingungan warga tentang siapa yang menjadi wakil presiden, antara Cak Imin, Mahfud MD, KH. Ma’ruf Amin dan beberapa inisial ‘M’ lainnya, kini telah menemukan titik terang. Sore tadi, (09/19) telah ditetapkan KH. Ma’ruf Amin sebagai Wapres Jokowi untuk bersaing pada Pemilu depan.

Pemilihan K. Ma’ruf Amin sebagai Cawapres memang sedikit mengagetkan publik, tapi kita harus tahu sejak awal Jokowi sering bersinggungan dengan berbagai ulama’, mengunjungi pesantren. Mengundang kiai-kiai ke Istana, sesuatu yang jarang dilakukan oleh seorang presiden.

K. Ma’ruf Amin adalah seorang kiai kharismatik salah satu ulama terkemuka di dunia. Kealiman prihal keagamaannya tak perlu ditanyakan lagi. Pun juga ilmu ketatanegaraanya beliau sudah cukup malang melintang untuk menjadi wakil presiden Indonesia.

Antara Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin sebagai Capres dan Cawapres ibarat dua sisi mata uang, tak bisa dipisahkan. Mereka adalah umara dan ulama telah bergandeng tangan siap mengawal negeri menjadi lebih baik dan maju, dengan cita-cita Baldatun Thayyibah Warabbun Ghafur.

Dua sosok pengawal kedamaian bangsa, lokomoktif ketentraman warga. Mereka berdua sudah cukup memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman, guna mencitakan persatuan bangsa dengan komitmen NKRI, harga mati. (Yon/rd).

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close