DaerahKabar

Harga Tanah Sekitar Tambak Udang di Desa Romben Barat Naik

Sumenep – Ada yang menarik dari isu pembebasan lahan tanah untuk pembangunan tambak udang di Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek. Dihubungi jaazaidun, Malik Maulana Asmoro, pamong desa, mengatakan bahwa tanah-tanah di sekitar bibir pantai Desa Romben Barat saat ini semakin tinggi.

Mengamati pembangunan tambak di Desa Romben Barat membuat tim jaazaidun merasa terpanggil untuk memberitakan. Tim jaazaidun berencana mewawancarai Kepala Desa Romben Barat pada Rabu (18/4) kemarin. Dengan alasan sakit, tim jaazaidun diterima pamong desa yang juga menantu Kades, Maulana Malik Asmoro (33 tahun). Dari Maulana inilah kemudian tim jaazidun mendapatkan keterangan bahwa pemdes memang mengakui bahwa pihak UD Sari Jaya sebagai pengelola tambak udang di Desa Romben Barat belum mengurus ijin ke pemerintah kabupaten. Akan tetapi, pihaknya (pemdes) sebenarnya sudah mengetahui perihal pembangunan tersebut.

Maulana mengatakan bahwa lahan di bibir pantai atau dekat pantai berpotensi untuk dimaksimalkan dalam hal apapun. Harga tanah di bibir pantai bisa lebih tinggi dan itu bisa menguntungkan masyarakat pemilik tanah. “20 meter persegi bisa sampai 5 juta. Kalau harga tanah mahal, berdampak positif bagi masyarakat. Hanya saja masyarakat masih belum mengerti. Banyak tanah yang tidak dimanfaatkan secara maksimal akhirnya dijual ke pihak luar. Tapi pikiran masyarakat sudah lain. Daripada menganggur, lebih baik dijual saja. Begitulah pikiran masyarakat sekarang ini. Apalagi dengan adanya pembangunan tambak membuat tanah-tanah sekitar naik,” ungkap Maulana.

Bukannya pemdes mau lepas tangan dengan keadaan tambak tak berijin, tetapi pemdes berupaya memfasilitasi pemilik tanah dan yang membeli lahan tersebut. Apalagi keinginan untuk menjual tanahnya berangkat dari personal masing-masing pemilik tanah. Pembes beranggapan kalau sudah terbeli dengan harga tinggi masyarakat juga diuntungkan. [rud.]

 

Tags

Related Articles

Close