KabarKomunitas

Dr. Asmoni, Inilah Formasi Para Waka Baru, STKIP PGRI Sumenep

Jaazaidun.com, Sumenep. Setelah pengangkatan Dr. Asmoni, M. Pd sebagai Ketua STKIP PGRI Sumenep yang resmi dilantik dengan Masa Bhakti 2018-2022, kini pergantian para Wakil Ketua (Waka) menjadi buah bibir di kalangan Civitas Akademika kampus yang mengusung tagline Maju dan Berkembang dengan Kualitas tersebut.

Ditemui di kantornya Ketua baru STKIP PGRI Sumenep Dr. Asmoni M. Pd, justru mengelak kabar tersebut dengan menegaskan bahwa semua Wakilnya (Waka) tidak diganti. Mereka tetap akan mengisi posisinya seperti formasi sebelumnya.

“Wakanya tetap ada, selama ini tetap tidak ada perubahan apa-apa, itu isu biasa seperti isu politik”, kata Asmoni kepada jaazaidun.com.

Perubahan Struktural Itu Biasa

Ketua PPLP STKIP PGRI Sumenep Abu Imam mengatakan bila pihaknya memberikan mandat penuh kepada Asmoni, selaku Ketua STKIP PGRI Sumenep.

“Dalam hal urusan kebijakan edukatif, kita pasrahkan sepenuhnya kepada Pak Asmoni,” kata Abu Imam.

Dia memaparkan dalam lembaga yang dikelolanya ada dua penentu kebijakan. Jika terkait dengan masalah kebijakan edukatif dan akademik tetap dari kebijakan Ketua. Apabila menyangkut
kebijakan non akademik terutama masalah sarana, hal itu sudah masuk koridor satuan penyelenggara atau PPLP PT PGRI Sumenep.

“Keduanya di ibaratkan mata uang, satu mata uang yang sisinya berbeda, ada sisi nilai, dan ada sisi gambar,” terangnya.

Sebagai penyelenggara memang memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan agar mampu bersaing di bidang akademik maupun pemenuhan sarana. Dalam bidang akademik tentu saja sudah menjadi kewajiban satuan pendidikan yang dipimpin oleh ketua STKIP yang harus melakukan pembenahan.

Terkait dengan sarana, pihaknya mengaku masih perlu penambahan Lab sebagai sarana Mahasiswa. Saat ini berjanji masih mengupayakan hal itu.

Pak Abu demikian ia biasa dipanggil mengakui, jika kegiatan yang sudah dilaporkan oleh Ketua kepada pihaknya selaku badan penyelenggara baru ditahap memperbanyak program di kemahasiswaan seperti lomba – lomba termasuk juga kerjasama dengan pemerintah dan juga pihak swasta.

Bagi mahasiswa yang tidak mampu  atau ekonominya lemah pihaknya mengaku akan membantu mereka dengan memberikan beasiswa.

Solusi dari PPLP bagi Mahasiswa yang berhenti dengan alasan tidak mampu memenuhi SPP,  Abu Imam menyarankan agar Mahasiswa yang bersangkutan cuti. Karena kebijakan ini masuk pada satuan pendidikan dan kami memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk mengatur hal tersebut.

“Untuk sementara ini aturannya begitu, untuk mereka yg cuti silahkan cuti. kalau di sini ada kebijakan lain itu kan kebijakan satuan pendidikan, kami memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk mengatur hal tersebut.

Ditanya terkait beban yang akan diberikan kepada Ketua baru, pihaknya berjanji akan segera melakukan pembenahan yang menjadi lambatnya perkembangan di kampus ini.

Namun menyitir isu yang beredar lias perihal formasi baru Wakil Ketua para bidang, pihaknya  masih belum bisa menjelaskan, sebab memang belum ada surat keputusan.

“Untuk masalah Waka saya belum bisa jelaskan, karena belum ada keputusan”,jelas Abu Imam.

Akan tetapi menurutnya, seandainya ada perubahan struktural tersebut hal itu dianggapnya sebagai hal biasa, sebab di suatu lembaga apapun termasuk lembaga pemerintah tentu juga ada pergantian struktural.

Keilmuan yang Luas, Integritas yang Baik dan Jiwa Interpreneur

Mantan Ketua STKIP PGRI Sumenep Dr. Musaheri, M.Pd menyatakan kalau STKIP ingin baik di masa depan, maka Ketua dan para wakilnya di bidangnya masing-masing, harus pandai memenej dan memiliki karakter pemimpin yang bagus.

Bahwa untuk jadi ketua perguruan tinggi, harus memiliki keilmuan yang luas dan integritas yang baik. “Dan tidak kalah penting harus memiliki jiwa interpreneur,” kata Musaheri.

Dosen memiliki peran besar dalam memajukan peguruan tinggi seperti STKIP, kata Dr. Musaheri. D bertugas mendidik, menularkan ilmunya, dosuen juga memiliki kewajiban penelitian dan pengabdian.

Dosen adalah jantung sebuah perguruan tinggi. Jika masyarakat diminta untuk percaya pada STKIP, maka mutu, kwalitas dan profesionalitas dosen wajib diperhatikan.

Berbicara mutu dosen yang berkualitas, tentu tidak terlepas dari kualifikasi akademik dosen. Sustainable competitive dosen  dan Kesejahteraannya harus juga diperhatikan.

“Kesejahteraan dosen itu paling pokok,”jelas Musaheri.

Informasi yang dihimpun jaazaidun.com bahwa para Waka baru kampus yang memiliki visi misi Kampus Taneyan Lanjang, Karakter Andhap Asor, Abhantal Ombak Asapok Angin tersebut, yang diprediksi menggantikan Waka Akademik Riyanti Puspitorini, adalah Djamilah. Sementara Moh. Juhdi, akan menggeser posisi Waka II Mulyadi, yang mengurusi bidang keuangan. Sedangkan Waka bagian Kemahasiswaan yang awalnya dijabat Khoirul Aisyah, akan digantikan Moh. Fauzi.

Profil Pendidikan Waka lama:
Waka I: Riyanti Puspito Rini, M.Pd (SI, Matematika, UNISMA Malang, S2 Matematika UNESA Surabaya)
Waka II: Mulyadi, M.Pd (SI Instika Guluk-Guluk, S2 Manajemen Pendidikan UNESA Surabaya)
Waka III: Khoirul Aisyiah, M.Si (SI dan S2 Kependidikan Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta )

Profil Pendidikan Waka Baru:
Waka I : Dr. Djamilah, M.Hum (S1, Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, S2 dan S3 UNY Yogyakarta)
Waka II : Moh. Juhdi, M.Pd (S1, Bhs Indonesia STKIP PGRI Sumenep, S2 Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Waka III: Moh Fauzi, M.Pd ( S1, Bhs Indonesia STKIP PGRI Sumenep, S2 Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya) (Irl)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close