DaerahKabar

Bazar Takjil di Sumenep, Pemberdayaan Bagi Pedagang Bermodal Kecil

Jaazaidun.com, Sumenep. Masyarakat kecil harus mendapatkan peluang usaha yang maksimal di tengah menjamurnya pasar modern di Kabupaten Sumenep. Upaya-upaya untuk mendorong mereka yang bergerak di sektor permodalan kecil diperhatikan oleh Pemerintah dengan cara mengadakan bazar takjil berkala, setiap bulan Ramadhan.

Nura, salah satu pedagang yang standnya dipenuhi aneka masakan dan jajanan tradisi mengaku diuntungkan dengan adanya bazar takjil. Pembeli akan datang sendiri kemudian membeli beberapa masakan, kue dan kebutuhan berbuka dan persiapan sahur.

Ia dan ibunya bisa mendapatkan keuntungan bersih 300 sampai 400 ribu rupiah jika stannya dipenuhi pembeli. “Lumayan Mas, alhamdulillah kok. Segitu sudah besar,”papa Nura kepada jaazaidun.com.

Bazar takjil menjadi ruang bersama bagi masyarakat sebagai sarana rekreasi mencari malam, menunggu datangnya buka dan arena pemasaran produk bagi para pedagang agar memperoleh keuntungan.

“Pentingnya Gebyar Takjil Ramadhan ini memang dalam rangka pemberdayaan pedagang kecil yang ada di Sumenep,” kata Bupati Sumenep Busyro Karim, saat membuka Bazar Takjil, Senin (6/05/2019)

Bupati Sumenep A Busyro Karim ditemani Bu Nur Fitriana saat membuka Bazar Takjil Ramdhan 2019

Dia mencontohkan sewaktu dirinya berada di Mesir, banyak warung-warung kecil di sana dipampang tulisan al maidhah yang berarti sajian. Namun  warung-warung tersebut milik orang-orang kaya di Mesir yang digratiskan bagi mereka membutuhkan.

“Bahkan di Masjidil Haram jika bulan suci ramadhan, sebelum Magrib orang-orang kaya itu memberikan sedekah takjil kepada mereka yang ada di masjid,” papar Busyro Karim.

Selain itu suami Nur Fitriana itu juga berharap, agar para pedagang takjil ramadhan tahun ini banyak yang laris, dan banyaknya pengunjung yang datang  membeli memborong takjil sesuai dengan seleranya masing- masing. (Red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close