DaerahKabar

Anak Muda NU Dilatih Mengurus Jenazah

Mengurus jenazah seperti halnya merawat bayi. Begitulah kalimat penegasan yang dilontarkan Kiai Qumri Rahman. Kalimat tersebut ditegaskannya saat mengisi pelatihan merawat janazah (tajhizul janazah) yang diselenggarakan MDSRA GP. Ansor Sumenep bekerjasama dengan Densus 26 Korwil Madura dan Fatayat NU Sumenep pada Minggu (4/2/18) kemarin.

Qumri memberikan pernyataan tersebut disebabkan kita umat muslim yang hidup harus ekstra hati-hati dalam mengurus orang meninggal. Keteledoran dan ketidakwaspadaan dalam mengurus janazah dapat berakibat tidak baik untuk jazanah dan orang yang masih hidup. Lebih-lebih penanganan pada orang meninggal yang tidak sesuai syariat Islam tidak hanya abai pada kewajiban syariat pun juga fitnah sosial yang muncul dikemudian hari.

“Mengurus janazah atau orang yang meninggal merupakan fardu kifayah, jika satu kampung misalnya, tidak dapat melaksanakannya maka dosalah semua penghuni kampung,” ungkap Qumri.

Kiai Qumri memberikan materi tentang seluh beluk perawatan jenazah (tajhizul janazah) mulai metode, latar belakang, dalil-dalil, dan praktik. Menurut M. Muhri, ketua PC. Ansor Sumenep, bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab (anak muda NU) mensyiarkan Islam Ahlusunnah wal Jamaah. “Pelatihan Tajhizul Janazah ini bagian dari komitmen kader-kader muda NU, khususnya putra kiai kampung atau tokoh masyarakat di Kabupaten Sumenep. Mereka dilatih agar mengetahui secara teori dan praktik bagaimana merawat jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, dan menguburkan janazah. Tentunya sesuai dengan sunnah Nabi,” ungkap Muhri.

Sementara itu, Nur Faizin selaku Koordinator Wilayah Madura Densus 26 (Pendidikan Da’i Khusus Ahlussunnah wal Jamaah 1926) menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan jawaban atas keresahan di lingkungan anak muda NU di kabupaten Sumenep. Tidak sedikit anak muda NU (nahdlatul ulama) abai terhadap satu hal ini. Kegiatan yang diadakan bersama ini untuk menyiapkan kader-kader muda NU yang tidak hanya melek teori, tapi juga praktik dalam beragama dan bermasyarakat. Tak salah jika kegiatan ini yang dihelat di Aula SMA PGRI Sumenep ini sengaja diperuntukkan khusus untuk kalangan muda NU.

Bagi komunitas muda NU ini, walaupun kedengarannya sederhana. Akan tetapi mengurus orang meninggal tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Mengurus janazah ialah memanusiakan. Komunitas muda NU ini bersepakat bahwa ada tuntunan yang harus diperhatikan bagi pelaksana atau mereka yang mengurus janazah. Kader muda NU belum banyak mengetahui, baik praktik ataupun teori. Melalui pelatihan yang diikuti lebih 100 orang ini diharapkan dapat membantu masyarakat di desa-desa dalam merawat janazah dengan baik dan benar.

Tags

Related Articles

1 thought on “Anak Muda NU Dilatih Mengurus Jenazah”

Close