Songkem

Selamat Jalan Ra Lilur

Siapa yang tak kenal KH. Kholilurrahman atau akrab disapa Ra Lilur pasti kurang gaul dengan ulama. Kalau tak pernah bersua dengan beliau minimal pernah mendengar cerita kesuhudan cicit Mbah KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif Bangkalan ini. Ya, mayoritas masyarakat santri Madura paling tidak pernah mendengar cerita tentang beliau. Mengenai kejadaban beliau, mengenai kesyuhudan beliau, dan mengenai eksentriknya beliau.

Kini masyarakat Madura berduka. Ra Lilur yang dicintai ini meninggalkan kita warga Madura pada Selasa (10/4) malam kemarin. Waliyullah yang sederhana ini adalah “paku buminya” masyarakat Bangkalan. Kepergiannya meninggalkan kesan dan kesedihan.

Saat mendiang Ra Lilur masih ada tak sedikit masyarakat dari pelbagai kelas sowan dan silaturrahim ke ndalem-nya yang sederhana. Walau tak mempunyai santri menetap, tapi pelbagai elemen masyarakat banyak belajar pada beliau ini. Bahkan tak sedikit mereka mendapati Ra Lilur dengan pelbagai kejunilan (karomah). Surat kabar Harian Bangsa tertanggal 4 Agustus 2001 halaman 6 pernah menurunkan cerita kejunilan beliau. Melalui uraian di surat kabar terbitan Surabaya ini Ra Lilur dinilai sosok yang mencapai tingkat kasyafah tinggi.

Salah satu cerita keunikan Ra Lilur misalnya ketika beliau naik mobil dengan khadamnya tanpa ngisi bensin. Padahal perjalanan dari Bangkalan keliling Surabaya membutuhkan bensin yang tak sedikit.

H. Husni Madani, khadam Ra Lilur, dalam salah satu tulisan tersebut menuturkan kejunilan Ra Lilur saat naik mobil. Ra Lilur minta agar ajudannya ini menyewa sebuah mobil berikut sopirnya. Setelah rampung, keduanya berangkat ke Surabaya. Anehnya, ketika sang sopir hendak mengisi bensin, Ra Lilur melarang. “Sudah tak usah isi bensin.”

Karena tahu siapa Ra Lilur sebenarnya, sang sopir langsung tancap gas menyeberangi Selat Madura. Ia melesat ke Surabaya. Di kota pahlawan ini sehari penuh kendaraan yang ditumpangi Ra Lilur melaju. Tapi uniknya, tak sedikitpun jarum spido penunjuk bensin turun.

“Sepanjang jalan saya terus mengawasi jarum penunjuk bensin. Tapi bensinnya tetap penuh. Saya jadi heran, lha wong bensin tidak diisi sama sekali, tapi tidak habis,” tutur Husni heran.

Uniknya lagi, ketika kembali ke Desa Banjar Galis, Bangkalan Madura, tangki bensin tetap tidak berubah alias full tang. “Kalau dipikir, bahan bakar kendaraan itu siapa yang ngisi ya,” kata ajudan kepercayaan kiai jadab ini. Kejadian seperti itu sering disaksikan Husni. Pernah suatu ketika Ra Lilur mengajak Husni keliling Kabupaten Bangkalan. Saat itu, Ra Lilur menyewa sebuah mobil pick up. Sang sopir diminta untuk menuruti permintaannya.

Seperti halnya kejadian yang lalu, ketika sang sopir hendak mengisi bahan bakar, Ra Lilur melarang. Lagi-lagi orang yang mengikuti perjalanan kiai kasaf ini terheran-heran. Karena sejak berangkat hingga pulang bensinnya tetap pada posisi awal.

Cerita demikian bagi Ra Lilur sendiri terlalu berlebihan. Dalam surat layangannya ke surat kabar Harian Bangsa Ra Lilur “protes” bahwa seseorang cukup dilihat dari sifat dhohiriyah (jasmani) saja. Tak usah berlebihan menilai seseorang. Ra Lilur kemudian mengutip kaidah bahasa Arab yang artinya, “Dan manusia hanya diperintah mengikuti kaidah-kaidah agama, makanya tak usah isyarat-isyaratan.”

Apapun yang telah dilakukan Ra Lilur sepanjang hayatnya beliau ini patutan masyarakat Madura, khususnya Bangkalan. Bahwa kepribadian beliau yang sangat sederhana dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita yang masih hidup di dunia ini. Pelajaran lainnya dari Ra Lilur ialah keistiqomahan dalam beribadah. Beliau sangat senang berbuah dan bersholawat. Bahkan beberapa kali saat mengisi pengajian di pelbagai daerah diselingi dengan shalwsha gubahannya sendiri yang mengajak manusia ingat mati dan kembali pada Allah SWT yang Hakiki.

Selamat jalan Mbah Guru Kehidupan. Insya Allah njengan menjadi cermin bagi kehidupan kami. Saya yakin engkau akan ditempatkan di sisi Allah SWT yang paling indah. Inna lillahi wa Innailaihi rojiun.

Salam takzim,

Nur Faizin, MA

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close