Songkem

MENGAPA WARGA NU GEMAR ZIARAH KUBUR?

Beberapa kelompok (agama) Islam memandang tradisi ziarah kubur bukanlah ajaran Islam dan tidak membawa manfaat apa-apa kecuali mendekatkan pada kesyirikan (itikad ataupun perbuatan yang menyamakan sesuatu selain Allah SWT dan disandarkan pada Allah SWT dalam hal rububiyyah dan uluhiyyah). Pandangan tersebut sebagian besar diyakini oleh kelompok Islam puritan.

Beda halnya dengan kalangan Islam ahlussunnah wal jamaah (aswaja). Kelompok ahlussunnah wal jamaah yang menjadi akar warga NU meyakini dengan bersandar pada hadits Nabi Muhammad SAW bahwa ziarah kubur diperbolehkan dan dianjurkan. Ziarah kubur memiliki banyak hikmah dan manfaat. Beberapa manfaat dari ziarah kubur antara lain; pertama, seseorang yang menziarahi atau mengunjungi kubur akan mengingatkan akhirat dan kematian. Dengan begitu ia akan lebih waspada dalam menapaki kehidupan. Tidak hanya itu, dengan menziarahi kubur memberikan pelajaran dan ibrah (pelajaran berharga) untuk yang hidup. Secara otomatis ibrah tersebut akan memberikan dampak positif dalam kehidupan, mewariskan sikap zuhud terhadap dunia dan materi.

Kedua, dengan menziarahi kubur juga mendo’akan keselamatan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia dan memohonkan ampunan untuk mereka. Kaum aswaja berkeyakinan bahwa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT akan sampai kepada si mayit dan untuk meringangkan beban (dosa) si mayit. Ketiga, ziarah kubur termasuk mengamalkan dan menghidupkan sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan para shahabatnya. Dan keempat, manfaat ziarah kubur ialah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, mendapatkan pahala dan balasan kebaikan dari Allah SWT.

Itulah alasan kenapa warga NU gemar menziarahi kuburan. Sandaran warga NU prihal kegemarannya ziarah kubur dari sabda Rasulullah SAW, ”Dulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur. Sekarang lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan akhirat.” (HR. Ahmad 1236 dan dishahihkan oleh Syuaib al-Arnauth).
Di dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, “Lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur akan mengingatkan kalian tentang kematian.” (HR. Ibn Hibban 3169 dan sanadnya dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth).

Lantas apa untungnya bagi si mayit? Eits, jangan berprasangka buruk dulu. Ziarah kubur juga memiliki manfaat (tidak langsung) kepada si mayit yang masih baru atau lama dikubur. Dalam hal ini Rasulullah SAW pernah mengajarkan kepada Aisyah RA. tatkala ia bertanya kepada Nabi prihal doa apa yang dibaca pada saat ziarah kubur. Nabi menjawab, bacalah doa ini; “semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Ahmad 25855, Muslim 975, dan Ibnu Hibban 7110).

Nah, agar manfaat dan hikmah yang telah tersebut diatas bisa diperoleh, maka seseorang yang akan melakukan ziarah kubur harus mengetahui sunnah atau tata cara berziarah yang benar. Beberapa petunjuk dari Rasulullah SAW umat Islam yang hendak melakukan ziarah kubur harus memperhatikan hal-hal berikut; pertama, ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja. Pergi ziarah kubur tidak harus mengkhususkan hari atau waktu tertentu. Sebab landasan utama ziarah kubur ialah agar dapat memberi pelajaran dan peringatan kepada manusia yang masih hidup untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Agar hati yang keras menjadi lunak, tersentuh hingga menitikkan air mata. Saat ziarah kubur juga disarankan untuk menyampaikan do’a dan salam untuk mereka yang telah mendahului kita dengan bacaan sebagaimana diajarkan Rasullah SAW kepada Aisyah RA.

Kedua, Dianjurkan ketika pergi untuk ziarah kubur hadir dalam benak kita rasa takut kepada Allah. Hal ini menjadi poin utama untuk selalu merasa rendah diri dan selalu merasa butuh kepada Allah SWT. Dengan menziarahi kubur, seyogianya berharap untuk mencari keridhaan Allah SWT semata.

Ketiga, dilarang untuk mengkultuskan kuburan atau mayit sehingga akan mendekatkan pada kekufuran. Hal ini harus diperhatikan bagi peziarah untuk tidak percaya kepada ‘kekuatan’ kuburan atau si mayit. Apalagi meminta perlindungan kepada si mayit, naudzubillahi min dzalik. Semua kekuatan bersumber dari Allah SWT.

Salam hangat,
Nur Faizin, MA

Tags

Related Articles

Check Also

Close
Close