CoretanSongkem

#GantiPresiden di Bengkel Motor

Oleh: Nur Faizin, M.A

Jaazaidun.com– Apa maksoddha ganti presiden reya? Lelaki kira-kira berumur 43 tahun mengajukan pertanyaan itu pada orang-orang yang pada nunggu motornya diservice. Dari legam kulitnya, dia bukan orang kota. Logatnya pun berat. Ketika mencoba mengucapkan bahasa Indonesia, terkesan kaku dan berat.

Sebentar pertanyaan itu menggantung di udara. Orang-orang seperti tidak ingin membiarkan pertanyaan itu ditindih suara mesin. Sebelum pertanyaan itu benar-benar lesap, lelaki muda seumuran 37 tahun menyantapnya, Mungkin ganti Jokowi dengan Prabowo. Sekali lagi, bahasa Indonesianya terkesan berat dan menjengkelkan.

Hemmm, kalau begitu kurang pas. Lelaki umur 43 bertahan, Seperti motor ganti oli. Masak mau diganti merk lain? Tak dielakkan lagi, percakapan #GantiPresiden bertebaran. Meski sesekali lengkingan mesin menindihnya, percakapan itu terus bergerak ke sana-sini. Tak pelak pula, beberapa nama dikaitkan: Ahmad Dhani, Neno Warisman, Mardani Ali Sera dan lainnya. Tambah lama percakapan itu tambah hangat. Bahkan seorang lelaki 50-an merasa perlu untuk menyampaikan pendapatnya sambil berdiri.

Mereka yang menyerukan ganti presiden itu, bermaksud ingin mengalahkan Jokowi. Karena itu, ke mana-mana mereka menyerukan ganti presiden. Biar Jokowi yang menjadi presiden diganti presiden yang baru. Presiden yang lain.

Tapi itu tahun 2019, lho, Mbah, lelaki 37 mengingatkan. Seharusnya, tahun itu kita pilih presiden. Calonnya hanya dua: Jokowi dan Prabowo. Seharusnya tinggal bilang 2019 pilih Prabowo. Kalau begitu kan selesai, Mbah?

Saudara tahu, sudah tiga motor yang selesai, dan ada tiga orang baru yang datang, percakapan #GantiPresiden tidak menunjukkan tanda-tanda akan selesai. Seorang mortir, di sela tarik nasfasnya, menimpali, katanya anu itu makar, lho. Sontak, mendengar kata makar orang-orang yang setuju semakin kukuh pendiriannya. Mereka membela hastag itu dengan sekuat tenaga. Menurutnya, semua orang berhak mengucapkan apa saja. Yang penting asal jangan nuduh.

Siang itu, saya memilih diam. Saya teringat dengan penjelasan Gus Muwafiq, hastag #2019GantiPresiden itu berbau makar. Siang itu, seorang lelaki yang baru datang langsung nimbrung dengan penjelasan jenaka dan masuk akal. Jika kita bilang ganti oli, otomatis tukang service akan menggantinya dengan oli yang baru dan merk yang sama. Misal kita mau ganti presiden, ya diganti presiden yang lebih baru. Dalam kebaruan presiden, itu masih multi-tafsir. Tahun 2019, Jokowi itu Presiden sekaligus calon presiden. Dan andai terpilih kembali, Jokowi akan dilantik kembali. Menjadi baru lagi. Jokowi presiden untuk kali keduanya. Jokowi adalah oli lama sekaligus oli baru ketika dilantik. Tapi jika Prabowo yang menang, itu bermasalah.

Lha, apa masalahnya?

Oke, misalkan Prabowo menang, dan dilantik jadi presiden, lha, tahun 2019 itu sampai desember. Pelantikan presiden sekitar oktober kalau nggak salah. Masak mau diganti lagi?

Motor saya sudah selesai. Tapi percakapan itu saya kira tidak akan selesai. Berbagai penjelasan sudah tumpang tindih. Saat mortir memberikan kunci motor, seroang lelaki berkacamata dengan berdiri memperlihatkan hand-phone-nya, Tapi kalau ganti presiden, ganti sistem itu makar nggak? Semua orang diam, pada menyaksikan tayangan video singkat: ganti presiden ganti sistem, tiga lelaki mengucapkannya dengan serentak.

Diskusi seru itu terjadi beberapa waktu lalu. Kini kita sudah sah memiliki dua pilihan: nomor 01 untuk pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin dan nomor 02 untuk pasangan Prabowo dan Sandiaga S. Uno. Satu hal yang perlu kita garis dalam setiap perhelatan politik di era digital ini, jejak rekam kita. Dengan bantuan produk digital yang pintar, masyarakat kita tidak hanya melek politik. Mereka juga menyimpan jejak rekam kita dengan rapi. Kelak, jika para politisi mencla-mencle dengan ucapannnya, masyarakat kita tinggal menekan tombol hand-phonenya, dan untuk beberapa saat vonis itu akan menggerogoti kita.

Nur Faizin, M.A

 

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close