KabarWisata

Kembangkan Tradisi Lokal, Nikmati Ragam Kuliner Gratis di Pantai Slopeng

Jaazaidun.com, Sumenep. Tradisi lokal adalah kekayaan paling natural yang dimiliki setiap wilayah dan bangsa. Itulah sebabnya lokal wisdom oleh setiap pemangku kebijakan selalu dijaga dan dikembangkan originalitasnya.

Carto Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, mengatakan diantara ragam tradisi lokal yang dimiliki Indonesia, termasuk Sumenep adalah tradisi kuliner ketupat yang diselenggarakan setiap hari ke delapan sesudah lebaran.

Pemerintah akan mengangkat tradisi lokal sebagai event wisata yang nantinya benar-benar dapat dinikmati oleh para pengunjung. “Modelnya mengangkat tradisi, tidak seperti dulu. Kita akan menggerakan masyarakat, sehingga benar-benar dinikmati oleh masyarakat, oleh rakyat,”papar Carto, Senin (10/06).

Salah satunya menyediakan kuliner tradisional yang dibeli langsung kepada masyarakat sekitar pantai Slopeng. Nantinya setiap pengunjung akan mendapatkan makanan secara gratis saat berkunjung di Pantai Slopeng.

Pemerintah berinisiatif untuk berdayakan masyarakat di sekitar tempat wisata Slopeng, mulai dari penjual soto, penjual rujak, penjual campor dan lain sebagainya untuk diberi uang, agar dagangan mereka digratiskan untuk pengunjung.

“Kita punya anggaran Rp 10 juta pun jadi, kalau harga rujak, soto, campur dengan harga Rp 7 ribuan, kan dapat berapa puluh ribu porsi, kita berdayakan masyarakat di sana,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa lokasi wisata pantai Slopeng ini memiliki panorama alam yang tersembunyi di Kabupaten Sumenep, sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu libur saat lebaran ketupat 2019. Keindahan alam yang khas dan alami, hamparan pasir putih yang menggunung dipastikan mampu memberikan daya tarik lebih kepada para pengunjung.

Lokasi pantai Slopeng ini juga memiliki ciri khas yang berbeda dan tentunya juga tidak dimiliki oleh pantai lain, yaitu adanya banyak pohon siwalan di sekitar pantai, pohon kelapa dan juga pohon cemara udang, dan sejumlah fasilitas lain yang bisa dinikmati wisatawan.

Sesuai agenda Event Visit Sumenep 2019, Pesta Rakyat dan Festival Ketupat yang awalnya akan digelar di Pantai Lombang. Kemudian akan digeser ke Pantai Slopeng. Setelah dilakukan kajian, memang diyakini lebih strategis. Sebab  event yang sama pernah terlaksana di Pantai Lombang tahun 2018 lalu, namun dianggap belum memuaskan. Antara lain penyebabnya berjauhan dengan perkampungan penduduk.

“Kalau tempat di pantai Lombang masyarakat cukup jauh, sementara kalau di Slopeng masyarakat lebih dekat di sana. Dan kami yakin nanti lebih banyak yang berkunjung. Karena kalau di pantai Lombang lebih jauh dari pemukiman warga,”ungkapnya.

Kemudian setalah diyakini sudah ready, agenda Visit Sumenep 2019 yang digagas Pemerintah kabupaten Sumenep
berupa Pesta Rakyat dan Festival Ketupat yang bersamaan dengan Lebaran ketupat yang biasa digelar tujuh hari pasca lebaran Idul Fitri 1440 setiap tahun.

Program Pesta Rakyat dan Festival Ketupat yang akan digelar di Pantai Slopeng tersebut merupakan serangkaian 40 program Visit Sumenep 2019 yang dilaunching pada bulan Maret kemarin oleh Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim. Dengan harapkan agenda ini dapat memanjakan wisatawan yang berkunjung saat lebaran ketupat 2019, Pemerintah Daerah akan menyuguhkan bermacam kuliner tradisonal secara gratis. (red)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close