KabarWisata

Ada Kesan Perawatan Kota Sumenep Berbasis Event

Jaazaidun.com-Sumenep-Pasca terselenggaranya acara Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) Se-Asia Tenggara di Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Ada pemandangan yang tidak mengenakkan di jantung kota ujung timur Madura itu. Ada kesan bahwa perawatan berbasis even.

Pasalnya Cemara Udang yang biasa terlihat sejuk dipandang mata tiba-tiba terlihat mengering dan bahkan mati di dalam pot bunga. Cemara Udang yang berada di bahu trotoar Jl. Dr. Soetomo sebelah selatan Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep bekas stand acara FKMA.

Tumbuhan yang biasanya disiram oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep terkesan dibiarkan kering dan mati begitu saja. Akibatnya Cemara Udang yang semestinya hidup kini sudah tidak terurus lagi.

Sementara itu melalui pantauan media jaazaidun.com seteleh mendapat keterangan dari Kabid Tata Lingkungan Farida Hasan mengaku bahwa memang betul tanaman tersebut kering dan bahkan mati. Penyebab tersebut karena tanaman cemara udang itu terkena udara AC di stand acara FKMA bulan lau.

Cemara bonsai jenis udang yang terbengkalai karena kurang perawatan

“Kemungkinan memang terkena udara AC, karena panas lalu mengering dan mati”, ungkapnya.

Sampai saat ini tanaman berjenis cemara udang yang menjadi penghias bahu jalan trotoar dibiarkan begitu saja. Namun hal ini akan diadakan penanaman ulang oleh pihak DLH.

“Iya akan diadakan penanaman ulang beberapa hari kedepan, sesuai dengan anggaran yang sudah disediakan”. Pungkasnya. (Muid/Bang)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close