Komunitas

Nur Faizin Ajak Pemuda Desa Bragung Siap Berkompetisi

Sumenep – Nur Faizin, Koorwil Madura Densus 26 dan sekaligus Staf Menteri Tenaga Kerja RI, menyampaikan harapan sekaligus kekhawatirannya pada generasi milenial. Hal ini disampaikannya di hadapan siswa dan masyarakat Desa Bragung, Kec. Guluk-Guluk, Sumenep saat peringatan malam nuzulul qur’an dan Closing Activity of Ramadhan English Course pada Senin (11/06) malam.

“Tantangan terbesar kita adalah krisis hilangnya suri tauladan. Kita mengalami krisis di berbagai bidang. Dan yang paling riskan, insan pendidikan kita mengalami krisis akhlak. Anak-anak muda suka tawuran. Murid sudah tak lagi takdim pada guru,” cerita Faizin.

Krisis akhlak ini akan menjadi ancaman bersama. Kalau generasi muda sudah tidak memilik tata krama bertegur sapa dengan orang lain, tidak tahu aturan berinteraksi dengan orang yang lebih tua, dikhawatirkan mereka akan menjadi sosok yang kehilangan jati diri dan identitas. Faizin menekankan segenap masyarakat untuk menjaga dan mengawasi anak-anak di sekitar mereka.

“Karena itu, mengingat Rasulullah, meneladani Rasulullah menjadi mutlak. Mau tidak mau. Senang tak senang, kalau kita tidak mau menjadikan Rasulullah panutan kita akan menjadi bangsa yang suka fitnah, suka menyebar kabar palsu, dan tentunya kita akan beragama dengan rasa kebencian,” jelas Faizin.

Pria kelahiran Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Sumenep ini mengingatkan hadirin sedikit demi sedikit mencontoh perilaku lahur Rasululllah. Akhlak menjadi kunci segala etika di dalam kehidupan ini. Dengan akhlak yang baik, dengan kepribadian yang baik, Rasulullah mampu mengemban amanah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam dunia.

“Seperti Firman Allah SWT; Saya tidak menciptakan dirimu, Muhammad, kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, tan-taretan sadhaja, sudah seyogyanya kita meneruskan misi besar Nabi Muhammad ini, berakhlak baik dan menjadi rahmat, menjadi penenang bagi orang lain.”

Jen sapaan akrab Nur Faizin, menandaskan, bahwa tatanan hidup sejatinya adalah tatanan berinteraksi yang harmoni antar-individu. Antar-komunitas. Antar-suku-bangsa dan agama.

“Melalui tangan-tangan dingin para guru, melalui binar mata anak-anak muda desa Baragung yang berakhlaqul karimah ini, saya yakin, seyakin-yakinnya, bangsa ini akan mampu mengatasi krisis multidimensi, dan menjawab tantangan jaman dengan mudah.

Dalam kesempatan tersebut Jen tidak hanya berbagi pengalaman, tapi juga berbagi rezeki bersama anak yatim dan kaum dhuafa. Jen juga mengapreasi kerja kreatif anak muda Bragung yang membentuk komunitas SAUDARA (Persatuan Pemuda Berkarya) Desa Bragung, Guluk-Guluk yang telah mengadakan kursus Bahasa Inggris saban bulan Ramadhannya. Dan Ramadhan ini sudah sembilan kali.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan belajar bahasa Inggris sejak dini yang digelar komunitas SAUDARA. Karena kemampuan bahasa Inggris ini salah satu modal mengarungi persaingan global,” tutup Jen disambut tepuk tangan yang meriah. (sw)

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close