Komunitas

Komunitas P2R Sumenep Berikan Pendidikan Politik untuk Kalangan Milenial

Sumenep – Maraknya kampanye menggunakan uang atau disebut politik uang sudah menjadi perbincangan umum. Mereka yang resah terhadap maraknya politik uang ini lantas melakukan kampanye ke pelbagai tempat dengan slogan “ambil uangnya, jangan pilih orangnya.” Untuk memenimalisir politik uang ini muncullah komunitas-komunitas yang bergerak secara sinergi memberikan kesadaran politik terhadap masyarakat.

Dari sekian komunitas yang memiliki keresahan tersebut kini muncul komunitas P2R (Pendidikan Politik untuk Rakyat) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Komunitas P2R menjawab keresahan politik uang ini dengan memberikan pendidikan politik untuk kalangan muda di lingkungan Sumenep.

Slogan “ambil uangnya dan jangan pilih orangnya” masih dianggap kurang tepat. P2R mengkampanyekan politik kemanusiaan melalui pendekatan komunitas. “Jangan ambil uangnya dan jangan pilih orangnya,” begitulah kampanye yang digaungkan Komunitas P2R Sumenep.

Muzanni, selaku Koordinator Komunitas P2R, mengatakan masyarakat berhak ikut andil dalam proses pembangunan kebangsaan dan kemanusiaan melalui proses pendewasaan politik.

“Komunitas P2R memang memposisikan diri membantu partai politik agar rakyat sadar esensi dalam berpolitik. Apalagi partai saat ini belum dirasakan manfaatnya dalam memberikan pendidikan politik untuk rakyat. Komunitas P2R ini sejatinya diawali di Yogyakarta lebih satu dekade yang lalu. Virus positif ini kami bawa ke daerah agar masyarakat sadar berpolitik tidaklah melulu tentang uang dan kekuasaan. Kami bergerak dari satu komunitas ke komunitas lainnya, utamanya anak muda, agar politik itu dihadapi dengan riang gembira dan tanpa ada tekanan untuk memilih satu dua calon saat berlangsungnya pemilhan umum,” ungkap Muzanni selepas mengisi P2R di Komunitas Karang Taruna Dirgantara di Balai Desa Andulang, Kecamatan Gapura, Sumenep pada Minggu (3/6) lalu.

Muzanni menambahkan bahwa penyadaran politik untuk warga tidak hanya menjadi tanggung jawab partai, tetapi seluruh elemen masyarakat. Kegiatan yang diprakarsai dengan swadaya ini berjalan hidmat dan mencerahkan generasi milenial. Sebanyak 45 peserta yang nota bene dari kalangan pemilih pemula ini bagitu antusias mengikuti acara hingga waktu berbuka puasa.

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Close