Komunitas

Absensi Finger Print Menjadi Andalan Kaderisasi PC GP Ansor Sumenep

Sumenep – Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sumenep terus melakukan pembenahan dalam proses kaderisasi. Pada tahun 2018 saja Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sumenep menargetkan 3000 (tiga ribu) kader baru.

Untuk mewujudkan target tersebut PC GP Ansor Kabupaten Sumenep telah melakukan kaderisasi tingkat awal atau PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) di pelbagai daerah atau kecamatan di Kabupaten Sumenep. Bertajuk Kaderisasi Kepulauan dari bulan Januari hingga April 2018 PC GP Ansor Kabupaten Sumenep telah membaiat 1500 kader di Kepulauan Kangean, Gili Genting, Sepudi, Raas, dan di daratan Sumenep sendiri.

Ada yang unik dari proses kaderisasi PKD PC GP Ansor Kabupaten Sumenep. Apa itu? Setiap kali pemberian materi dilakukan absensi menggunakan finger print. Absensi finger print diyakini oleh Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Sumenep sebagai satu-satunya proses PKD GP Ansor di Indonesia.

Muzanni, M.Fil.I, Ketua Kaderisasi PC GP Ansor Kabupaten Sumenep, menjelaskan bahwa absensi finger print ini diyakini hanya satu-satunya di Indonesia. Melalui absensi finger print PC GP Ansor mendapatkan data akurat dan sebagai pedoman administrasi lulus tidaknya peserta PKD. Secara garis besar absensi ini menjadi bagian dari proses menanamkan disiplin diri pada setiap kader.

“Proses ini memang butuh waktu, tetapi kami berkeyakinan dengan metode ini sedikit demi sedikit stereotip orang NU kurang disiplin akan terkikis. Karena kami tidak hanya melakukan indoktrinasi ahlussunah wal jamaah an-Nahdliyah, tetapi memupuk kedisiplinan pada kader-kader muda NU. Kami berharap dari proses pendisiplinan ini akan muncul kader-kader NU, khususnya di Kabupaten Sumenep, yang militan, disiplin, dan bertanggungjawab,” ungkap Muzanni saat mengisi kaderisasi PKD di Desa Alas Malang, Kecamatan Raas pada Rabu (18/4).

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep M. Muhri, S Th.I menambahkan dalam sambutannya saat PKD PAC GP Ansor Kecamatan Raas pada Rabu (18/4) kemarin bahwa GP Ansor merupakan wadah pendidikan kader-kader NU. Untuk itu PC GP Ansor Kabupaten Sumenep merasa bertanggungjawab melakukan proses rekrutmen dengan sebaik-baiknya.

“Kami tidak hanya terus melakukan pembenahan di internal pengurus cabang hingga anak ranting, tetapi juga terus melakukan konsolidasi Harakah An-Nahdliyah dengan menanamkan disiplin tinggi pada setiap kader. Kami boleh berbangga bahwa GP Ansor di Kabupaten Sumenep masif. Bahkan dalam setiap minggunya dipastikan ada agenda atau kegiatan di setiap Pengurus Anak Cabang di tingkat kecamatan dan Ranting di tingkat desa. Proses ini anugerah bagi kami di Ansor. Ini hadiah terindah bagi kami menjelang ulang tahun Ansor ke-84,” ungkap Muhri.

PAC GP Ansor Kecamatan Raas melakukan kegiatan PKD dari tanggal 17-18 Maret 2018. Salah seorang anggota kader, Sukarni (34 tahun), mengatakan bahwa dirinya dan teman-temannya masuk ke GP Ansor karena merasa bertanggungjawab untuk menegakkan nilai-nilai Islam ala ahlussunah wal jamaah an-nahdliyah. Proses PKD yang maraton dan penuh disiplin dirasakannya sebagai bagian berkhidmat untuk NU, bangsa, dan negara. [red.]

Tags

Redaksi Jaazaidun.com

Tim Redaksi jaazaidun.com

Related Articles

Check Also

Close
Close